Geledah Narkoba, Polisi-Petugas Rutan Salemba Ricuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang petugas lapas memperlihatkan bong dan ponsel hasil sitaan untuk dimusnahkan di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta, (18/11).Tempo/Dian Triyuli Handoko

    Seorang petugas lapas memperlihatkan bong dan ponsel hasil sitaan untuk dimusnahkan di Lapas Kelas IIA Salemba, Jakarta, (18/11).Tempo/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Penjemputan tahanan kasus narkoba dan penggeledahan di Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, berlangsung ricuh. Petugas Rutan Salemba enggan memberikan izin masuk kepada polisi. "Menurut prosedur, penggeledahan ini boleh. Kalau kami temukan barang bukti, kemudian melakukan pengembangan, kenapa kalian harus menghalangi kami?" ujar Kepala Tim Narcotics Investigation Center Direktorat IV Narkoba Polri Ajun Komisaris Besar Christian Siagian, yang memimpin penggeledahan, di Rutan Salemba, Jumat, 10 April 2015. 

    Sejak awal, penggeledahan berjalan menegangkan. Beberapa polisi bersenjata laras panjang yang datang sekitar pukul 14.30 WIB langsung dihadang petugas Rutan Salemba dengan alasan penggeledahan itu melanggar prosedur. Mereka enggan membuka pintu hingga akhirnya polisi mendobraknya. "Petugas kami sudah ke sini, tapi ditolak dengan alasan tersangkanya sedang izin. Kami akan coba masuk," ujar Christian. 

    Di halaman Rutan, kedua kubu beradu argumen. Polisi menyampaikan alasannya melakukan penggeledahan dan menjemput terpidana narkoba Asiong alias Cecep Setiawan, salah satu anggota jaringan narkoba Fredy Budiman, terpidana mati kasus narkoba. "Pokoknya, walau tidak diberi izin, saya akan masuk ke dalam," kata Christian.

    Ketegangan memuncak saat polisi sudah masuk ke kawasan Rutan. Kedua kubu berkukuh mempertahankan alasan masing-masing. Beruntung, situasi ini tidak berujung bentrokan antar-petugas. "Situasinya cukup menegangkan," ujar seorang pengunjung Rutan Salemba yang enggan menyebutkan namanya.

    Saat ini penggeledahan masih berlangsung. Puluhan awak media masih menunggu penjelasan tentang hasil penggeledahan dan rencana penjemputan Asiong alias Cecep Setiawan.

    Penggeledahan yang dilakukan polisi hari ini merupakan tindak lanjut penggeledahan narkoba di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang tadi malam. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan narkoba jenis baru, CC4, serta menangkan seorang tersangka, IR, petugas jaga yang kerap memasukkan narkoba tersebut ke LP.

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.