Suara Gaduh di Kamar Kos Sebelum Jasad Deudeuh Ditemukan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    Ilustrasi pembunuhan. (tabloidjubi)

    TEMPO.COJakarta – Satu malam sebelum Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas, penjaga dan beberapa penghuni kos sempat mendengar suara gaduh dari kamar Deudeuh pada Jumat, 10 April 2015, sekitar pukul 20.00 WIB. Suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang memberontak untuk melarikan diri.

    "Bunyinya gladak-gluduk gitu," kata Juliana, penjaga kos di tempat Deudeuh tinggal, Minggu, 12 April 2015. Dia dan beberapa penghuni kos yang merasa heran sempat mencoba mengetuk pintu kamar korban yang berada di lantai 2 itu. "Tapi enggak ada yang menjawab."

    Akhirnya, Juliana berhenti mengetuk karena mengira Deudeuh mungkin sedang keluar. "Teman yang di kamar ujung sempat ada yang BBM juga, tapi enggak dijawab," ujarnya.

    Namun, tutur Juliana, teman kamar di sebelah korban tak mendengar suara ribut. "Di sebelahnya malah enggak dengar suara ribut-ribut," katanya.

    Sampai keesokan harinya, Deudeuh tak muncul dari kamar setelah terakhir terlihat oleh Juliana pada Jumat sore. Padahal biasanya, menurut perempuan 25 tahun itu, Deudeuh sering keluar untuk minta dibelikan makanan. "Hari Sabtu, dia enggak kelihatan sama sekali. Pada nyariin," ucapnya. Apalagi Deudeuh diketahui lebih sering berada di kosan.

    Pada Sabtu malam, Juliana dan sejumlah penghuni kos pun nekat membuka kamar nomor 28 itu menggunakan kunci duplikat. Mereka kaget melihat sosok Deudeuh terbaring di lantai kamar dekat tempat tidur, tertutupi selimut dengan kaus kaki di mulut dan kabel di lehernya. "Saya langsung turun manggil ibu kos," ujar Juliana.

    Penemuan mayat ini pun dilaporkan ke Kepolisian Sektor Metro Tebet. Petugas, tutur Juliana, langsung memeriksa tempat kejadian perkara sambil menanyai sejumlah rekan korban. "Katanya ada barang punya dia yang hilang," katanya.

    Pejabat Humas Kepolisian Sektor Metro Tebet, Ajun Inspektur Satu Recky Kansil, menyatakan pihaknya masih mengumpulkan informasi di lapangan. "Kami belum mengambil kesimpulan apa-apa," ucapnya.

    Namun, dari hasil sementara olah TKP, memang kuat kemungkinan Deudeuh dibunuh. Kabel hitam masih berada di leher korban dan kaus kaki masih menyumpal mulutnya saat ditemukan tewas.

    Mayat langsung dibawa ke RSCM semalam dan sudah dijemput keluarga hari ini. Menurut dia, kakak korban dari Depok yang datang untuk mengambil jenazah korban. "Sudah dibawa pulang keluarga," ujarnya.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gempa Maluku Utara dan Guncangan Besar Indonesia Selama 5 Tahun

    BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami. Peringatan ini menyusul Gempa Maluku yang terjadi di Jailolo, Maluku Utara, Kamis, 14 November 2019.