Antisipasi Listrik Padam, UN di SMKN 12 Siagakan UPS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyortir soal Ujian Nasional (UN) di Rayon 01, SMA Negeri 77, Cempaka Putih, Jakarta, 11 April 2015. Pemerintah berharap para siswa bisa mengerjakan ujian dengan baik dan jujur. Para siswa tidak akan bisa curang karena soal ujian berbeda-beda. Tempo/Aditia Noviansyah

    Petugas menyortir soal Ujian Nasional (UN) di Rayon 01, SMA Negeri 77, Cempaka Putih, Jakarta, 11 April 2015. Pemerintah berharap para siswa bisa mengerjakan ujian dengan baik dan jujur. Para siswa tidak akan bisa curang karena soal ujian berbeda-beda. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 12 Bidang Kurikulum Feny Sulistyawati optimistis seluruh siswanya bisa melaksanakan Ujian Nasional dengan sistem Computer Based Test (CBT).

    Untuk memberikan pemahaman bagaimana mengerjakan dan menjawab soal-soal ujian dengan menggunakan komputer, pihak sekolah, kata dia, telah memberikan pelatihan bagi siswanya sejak Senin-Jumat lalu, 6-10 April 2015.

    Menurut dia, murid-muridnya tampak bersemangat saat pelaksanaan sosialisasi UN dengan sistem baru tersebut. "Pada saat latihan beberapa hari yang lalu, mereka tampak antusias," katanya ketika dihubungi Tempo, Minggu 12 April 2015.

    Mulai Senin-Kamis, 13-16 April 2015, seluruh siswa Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, serta program Paket C akan menyelenggarakan Ujian Nasional. Jumlah peserta yang akan mengikuti UN di DKI mencapai 121.457 siswa, yang berasal dari 1.159 sekolah yang ada di Jakarta.

    Dalam pelaksanaan UN, ada beberapa sekolah yang akan menggunakan sistem Computer Based Test. Untuk sekolah di wilayah Jakarta Utara, ada empat sekolah kejuruan yang akan menyelenggarakan ujian dengan sistem CBT. Empat sekolah itu antara lain, SMKN 56, SMKN 12, SMKN 49, dan SMKN 4.

    Untuk mengantisipasi kekhawatiran siswa ihwal padamnya listrik saat pelaksanaan ujian, pihak sekolah, ujar Feny, telah berkoordinasi dengan PT PLN (Persero). "Kami telah meminta PLN untuk menjaga stabilitas listrik selama empat hari ke depan," katanya.

    Langkah antisipasi lain, katanya, ialah dengan menyiapkan dua perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS). Menurut dia, alat catu daya tersebut bisa menyuplai listrik beberapa saat pada komputer yang menjadi server, sehingga komputer server tak terganggu.

    Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Utara Wilayah 1 (Tanjung Priok, Pademangan, dan Penjaringan) Kemal Mustafa mengatakan lembaganya telah berkoordinasi dengan PLN. "PLN siap menyuplai listrik selama ujian," katanya.

    Namun jika terjadi padam listrik saat pelaksanaan ujian, kata Kemal, pihak sekolah telah menyediakan alat catu daya (UPS) maupun genset. Dia mencontohkan di SMKN 12 dan SMKN 56 terdapat genset yang siap digunakan jika listrik padam.

    Kemal optimistis seluruh sarana penyelenggaran UN dengan sistem CBT, seperti komputer hingga operatornya, tak akan mengalami kendala saat pelaksanaan ujian. Tak hanya itu, dia pun mengklaim persiapan ujian telah mencapai 100 persen.

    Menurut pantauan Tempo di SMKN 12, Jalan Kebon Bawang XV, Tanjung Priok, Jakarta Utara, terdapat dua buah ruangan yang akan digunakan oleh siswa untuk melaksanakan ujian. Kedua ruangan itu ialah laboratorium multimedia dan laboratorium akuntansi.

    Dalam masing-masing ruangan tersebut terdapat 40 unit komputer dan satu komputer sebagai server. Di setiap komputer server terdapat satu UPS. Tak hanya itu, dua polisi dari Kepolisian Sektor Tanjung Priok pun tampak berjaga di sekolah itu.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.