Begini Penjagaan Naskah Ujian Nasional di Jakarta Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas membuka segel pada pintu truk, yang membawa soal ujian nasional di halaman Mapolrestabes Surabaya, 9 April 2015. Ratusan kardus berisi soal ujian nasional, diamankan di Polrestabes sebelum di distribusikan ke sekolah. FULLY SYAFI

    Petugas membuka segel pada pintu truk, yang membawa soal ujian nasional di halaman Mapolrestabes Surabaya, 9 April 2015. Ratusan kardus berisi soal ujian nasional, diamankan di Polrestabes sebelum di distribusikan ke sekolah. FULLY SYAFI

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah mobil patroli milik Polisi Sektor Koja, Jakarta Utara, terparkir di halaman Sekolah Menengah Negeri Atas 13 Jakarta, siang itu, Minggu, 12 April 2015. Empat polisi tampak berjaga. Sesekali melalui handy talkie, empat anggota polisi ini melaporkan suasana di sekolah. "Kami mengawal dan mengamankan naskah Ujian Nasional sejak dua hari yang lalu," ujar Kapolsek Koja Komisaris Polisi Simangunsong kepada Tempo.

    Simangunsong menjelaskan bahwa tugas polisi tak hanya mengawal pendistribusian naskah ujian saja. Polisi, kata dia, juga berkewajiban mengamankan pelaksanaan ujian hingga mengawal jawaban ujian untuk dikumpulkan di Universitas Negeri Jakarta.

    Mulai Senin-Kamis, 13-16 April 2015, seluruh siswa Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, serta program Paket C akan menyelenggarakan Ujian Nasional. Jumlah peserta yang akan mengikuti UN di DKI mencapai 121.457 siswa, yang berasal dari 1.159 sekolah yang ada di Jakarta. Di Jakarta Utara sendiri diperkirakan ada 15.165 peserta ujian yang tersebar di 150 sekolah, baik SMA Negeri/Swasta maupun SMK Negeri/Swasta.

    Penjagaan oleh anggota polisi tak hanya terjadi di SMAN 13 Jakarta. Hal serupa juga terjadi di SMKN 12, Jalan Kebon Bawang XV, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Bahkan di salah satu SMKN yang akan melaksanakan ujian dengan menggunakan sistem Computer Based Test ini, juga dijaga oleh seorang petugas intel.

    Untuk mengamankan naskah ujian, intel dengan pangkat ajun komisaris tersebut sesekali berkeliling dari satu ruangan ke ruangan lain untuk menjaga keamanan sekolah itu.  Pikirannya terfokus pada pengamanan di ruang XII AP 1 tempat menyimpan soal dan lembar jawaban. "Kalau pintu tempat menyimpan naskah ini digembok dan jendelanya berteralis kami jadi tenang," ujarnya.

    Dia menjelaskan bahwa anggota dari kesatuannya ikut dilibatkan dalam pengamanan ujian untuk menebalkan penjagaan. Anggota intel, kata ia, akan berpindah-pindah sekolah untuk mengawasi dan mengamankan jalannya ujian.

    Tak hanya anggota intel yang tampak berjaga di SMKN 12, di sekolah itu juga terdapat dua polisi dari Polsek Tanjung Priok. Dua anggota itu pun membawa sepucuk senjata api dengan lima peluru tajam yang menempel di sabuknya.

    "Sejak Sabtu lalu, 11 April 2015, kami sudah mulai berjaga," ujar Inspektur Polisi Satu Suranto kepada Tempo. Dia menjelaskan terdapat dua shift dalam melakukan pengamanan selama ujian. Shift pertama, kata ia, dimulai pukul 08.00-20.00 WIB dan shift kedua dimulai pukul 20.00-08.00 WIB.

    Pengamanan naskah juga dilakukan oleh anggota polisi di Kepulauan Seribu. Bahkan untuk mengamankan naskah ujian, polisi menyimpan naskah ujian di Polsek Seribu Utara, untuk soal ujian bagi sekolah yang berada di Pulau Kelapa Harapan, dan di Polsek Seribu Selatan untuk soal ujian bagi sekolah yang terletak di Pulau Tidung. "Naskah ujian tersebut dikawal ketat oleh anggota kami," ujar Wakil Kepala Polisi Resor Kepulauan Seribu Komisaris Polisi Mustakim.

    Kepala Kepolisian Resor Metro Jakarta Utara Komisaris Besar M. Iqbal mengatakan untuk pengamanan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) di wilayahnya, lembaganya mengerahkan 400 personel. Ke-400 anggotanya yang mengamankan pelaksanaan ujian tersebut berasal dari seluruh kesatuan.

    Tak hanya itu, Iqbal menjelaskan dia juga telah menginstruksikan anggotanya untuk menggunakan pakaian bebas dan sopan pada saat mengamankan pelaksanaan ujian. Hal itu bertujuan agar peserta ujian tak merasa terganggu dengan kehadiran polisi. "Kami ingin siswa menjalankan UN dengan tenang dan tak merasa terganggu secara psikis karena kehadiran kami di sekolah," tuturnya.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.