Polisi Selidiki Komunikasi Terakhir Korban Deudeuh

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian tengah menyelidiki komunikasi terakhir yang dilakukan korban pembunuhan, Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun. Polisi menurunkan tim teknologi informasi untuk menyelidiki hal tersebut.

    Kepala Kepolisian Sektor Metro Tebet Komisaris I Ketut Sudarma mengatakan polisi sedang mencari tahu orang-orang yang terakhir berhubungan dengan korban. "Kami sedang menyelidiki komunikasi korban," katanya, Senin, 13 April 2015.

    Korban diketahui memiliki dua telepon seluler, tapi dua-duanya tidak ditemukan di lokasi pembunuhan. Dengan mengetahui komunikasi terakhir itu, Ketut berharap pihaknya bisa mengetahui orang-orang yang berhubungan dengan korban. "Atau kami bisa dapat petunjuk dari orang-orang di sekitar korban," ujarnya.

    Polisi juga menelusuri media sosial yang digunakan korban. "Kami berharap ada petunjuk soal kasus ini," ujarnya.

    Mayat Deudeuh, yang diduga bekerja sebagai wanita penghibur, ditemukan di kamar kosnya pada Sabtu malam, 11 April 2015. Ada dugaan bahwa perempuan yang akrab disapa Empi itu tewas dibunuh. Dia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa dengan leher terjerat tali dan mulut tersumpal kaus kaki.

    Kematian janda beranak satu ini menyulut perhatian. Sabtu malam sebelum Deudeuh ditemukan tewas, penjaga kos dan beberapa penghuni kos sempat mendengar suara gaduh dari kamarnya pada Jumat, 10 April 2015, sekitar pukul 20.00 WIB. Suara itu seperti menandakan adanya seseorang yang sedang memberontak untuk melarikan diri.

    "Bunyinya gladak-gluduk gitu," kata Juliana, penjaga kos tempat Deudeuh tinggal, Ahad, 12 April 2015. Dia dan beberapa penghuni kos yang curiga sempat mengetuk pintu kamar korban yang berada di lantai dua. "Tapi enggak ada yang menjawab."

    Akhirnya Juliana berhenti mengetuk karena mengira Deudeuh sedang berada di luar. "Teman yang di kamar ujung sempat ada yang BBM juga, tapi enggak dijawab," katanya.

    Namun, menurut Juliana, penghuni kamar sebelah Deudeuh tak mendengar suara ribut. "Di sebelahnya malah enggak dengar suara ribut-ribut," ujarnya. Sampai keesokan harinya, Deudeuh tak juga muncul dari kamar setelah terakhir kali terlihat oleh Juliana pada Jumat sore. Padahal biasanya, menurut perempuan 25 tahun itu, Deuhdeuh sering keluar untuk meminta dibelikan makanan.

    "Hari Sabtu itu dia enggak kelihatan sama sekali. Pada nyariin," katanya. Apalagi, dia melanjutkan, Deudeuh lebih sering berada di kos ketimbang di luar.

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.