Ahok: Car Free Day Tak Libur Saat Konferensi Asia-Afrika

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) menemui warga yang tergabung dalam Pijar Indonesia saat mendatanginya di Balai Kota Jakarta, 3 Maret 2015. Para Aktivis tersebut menggelar aksi `Save Ahok`. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) menemui warga yang tergabung dalam Pijar Indonesia saat mendatanginya di Balai Kota Jakarta, 3 Maret 2015. Para Aktivis tersebut menggelar aksi `Save Ahok`. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama membantah kabar bahwa pemerintah DKI bakal meliburkan kegiatan car free day (CFD) hingga tiga bulan selama pelaksanaan peringatan Konferensi Asia-Afrika (KAA).

    "Memang pada saat mau menyambut delegasi Konferensi Asia-Afrika ini akan ditutup pada hari itu saja. Jadi tidak ada isu akan menutup sampai 3 bulan. Dibilang dari Ahok lagi," kata Ahok, sapaan Basuki Tjahaja Purnama, di kantornya, Senin, 13 April 2015.

    Pelaksanaan KAA tinggal menghitung hari. Pemerintah DKI terus melakukan pembenahan dalam rangka menyambut acara internasional tersebut. Termasuk menyiapkan rekayasa arus lalu lintas untuk menyambut kedatangan para delegasi. "Jadi enggak ada penutupan," ujarnya.

    Ahok menyarankan, selama KAA berlangsung, perusahaan yang akan memajang barang dagangannya dalam car free day bisa menyewa tempat di dekat gedung FX, Gelora Bung Karno, sehingga tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan. "Jangan taruh di jalan, ganggu orang mau jalan. PKL kalau mau jualan ya di trotoar. Silakan, asal taat, sampah harus diberesin," ucapnya.

    Ahok mengingatkan, para pedagang yang menjajakan barang dagangan di area tertentu yang dilewati para delegasi KAA tidak boleh menutup bahu jalan. "Silakan saja jualan, asal tidak bikin panggung yang menutupi jalan," katanya.

    Peringatan KAA tinggal sepekan lagi, tepatnya pada 19-23 April 2015. Dua kota besar di Tanah Air, yakni Jakarta dan Bandung, ditunjuk sebagai lokasi berlangsungnya peringatan KAA yang ke-60 itu.

    JAYADI SUPRIADIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.