Apa Saja yang Ditemukan di Kamar Deudeuh Tata Chubby?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    TEMPO.COJakarta - Polisi menduga Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, 26 tahun, sudah meninggal selama 12 jam sebelum ditemukan. Deudeuh sudah tak kelihatan sejak Jumat sore, 10 April, sampai akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu malam, 11 April 2015.

    "Sepertinya sudah 12 jam meninggal," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, Senin, 13 April 2015. Namun, untuk memastikannya, polisi masih menunggu hasil otopsi dari mayat perempuan itu.

    Mayat perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Lehernya terlilit kabel dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Mayat itu dalam kondisi tanpa busana dan tertutupi selimut.

    Audie mengatakan polisi menemukan sejumlah barang bukti di kamar kos Deudeuh. Di antaranya, buku catatan dan alat kontrasepsi. "Barang-barang itu masih dalam penyelidikan kami," ujarnya.

    Dari barang-barang tersebut, ada beberapa orang yang kemungkinan melakukan komunikasi terakhir dengan korban atau menjadi pelaku pembunuhan. Terutama dalam buku catatan yang diduga berisi nama-nama pelanggan Deudeuh. "Namun kami belum mengerucut ke orang tertentu," tutur Audie.

    Pada alat kontrasepsi yang ditemukan di TKP juga terdapat sperma. Polisi masih menyelidiki apakah temuan tersebut terkait dengan kasus kematian Deudeuh. "Itu harus kami buktikan dulu berdasarkan visum," Audie berujar.

    Deudeuh memang dikenal sering kedatangan tamu di kamar kosnya di kawasan Tebet. Pemilik kos pun mengetahui pekerjaan Deudeuh sebagai wanita panggilan. 

    NINIS CHAIRUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.