Pembunuh Deudeuh Tata Chubby Bisa Lebih dari Satu Orang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Sektor Tebet masih menyelidiki kasus pembunuhan terhadap wanita bernama Deudeuh Alfisahrin, 26 tahun, di kamar kosnya di Tebet, Jakarta Selatan. Kepala Polsek Tebet Komisaris I Ketut Sudarma mengatakan sebanyak tujuh saksi telah menjalani pemeriksaan

    Sudarma menjelaskan, penyelidikan juga dengan mengumpulkan informasi terkait dan petunjuk atau barang-barang yang ditemukan di kamar korban termasuk buku pelanggan. "Semuanya kami kumpulkan untuk mengungkap kasus ini, saksi dan berbagai petunjuk," ujarnya, Selasa, 14 April 2015.

    Penyelidikan juga menggunakan teknologi informatika (IT) untuk mengetahui siapa orang terakhir yang mendatangi, berkomunikasi, berhubungan, dan terakhir melihat korban.

    Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan berdasar pada hasil penyelidikan dengan IT itu, penyidik tengah memburu pelaku pembunuhan.

    "Informasi secara IT itu, kami lakukan pengejaran terhadap siapa yang terakhir bertemu, berkomunikasi, melihat, dan mendatangi korban," ujar Martinus.

    Martinus berujar, berdasarkan olah tempat kejadian diduga pelaku lebih dari satu orang. "Patut diduga pelaku bisa saja lebih dari satu, tapi dalam mengungkap kasus ini kami melihat fakta-fakta yang ada," kata dia.

    Deudeuh ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di kamar kosnya pada Sabtu, 11 April 2015. Saat ditemukan mulutnya tersumpal kaus kaki dan terjerat kabel.

    Martinus menduga, korban sudah meninggal sekitar delapan sampai sepuluh jam dari waktu ditemukannya. "Korban ditemukan pukul 22.00, berarti 10 jam sebelumnya sudah meninggal," ujarnya.

    AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.