Pelajar Bertato Jangan Harap Bisa Masuk SMK

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menato tubuhnya dengan konsep

    Seorang wanita menato tubuhnya dengan konsep "Couple" di Kent Tatto, Bandung, 13 Februari 2015. Banyak cara yang dilakukan orang saat perayaan Valentine, namun membuat tato termasuk cara yang unik dan berani. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO , Bogor - Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bogor, Fahriddin menegaskan, akan menolak dan tidak akan menerima calon siswa yang memiliki tato dan bertindik di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Bogor, "Kecil kemungkinanya calon siswa yang memiliki tato di tubuhnya akan diterima di SMK Negeri di Kota Bogor," kata dia, saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bogor, Selasa 14 April 2015.

    Dia mengatakan, dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bogor, terutama bagi calon siswa yang mendaftar ke Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri di Kota Bogor akan sangat ketat, karena selain harus melakukan pendaftaran dan seleksi masuk via online juga calon siswa harus melakukan tes kesehatan. "Bagi calon siswa yang akan masuk ke SMK harus mengikuti tes kesehatan yang dilakukan oleh pihak sekolah," kata dia.

    Fahruddin mengatakan, dalam menjalani tes kesehatan tersebut memang diperlukan oleh pihak sekolah karena ada beberapa jurusan atau kejuruan yang menjadi program di SMK di Kota Bogor sudah menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan atau industri untuk menempatkan siswanya magang bahkan langsung kerja di perusahaan tersebut. "SMK di Kota Bogor mendapatkan apresiasi yang cukup baik dari perusahaan dan industri, " kata dia.

    Dia mencontohkan jika aturan tes kesehatan yang cukup ketat yang menjadi persyaratan salah satunya tidak buta warna untuk jurusan yang berhubungan dengan perangkat jaringan elektronik, sebab jurusan itu memerlukan keakuratan membedakan warna sehingga berisiko. "Pada jurusan busana pun tes kesehatan warna sangat diperlukan, " kata dia.

    Namun, ketentuan tersebut hanya berlaku untuk SMK, akan tetapi untuk tingkat SMA Negeri di Kota Bogor tidak terlalu ketat dan masih banyak peluang bagi siswa yang bertato untuk masuk dan bersekolah, "Kalo SMA Negeri kan tidak ada tes kesehatan, jadi peluang mereka sangat besar untuk masuk di sana," kata dia.

    Sementara itu, Kepala Seksie Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Bogor, Jajang Koswara, mengatakan peroses pendaftaran peserta didik baru SMA/SMK akan dibuka mulai tanggal 29 juni hingga 2 Juli. "Ada tiga cara mendaftar agar bisa masuk ke SMA/SMK Negeri di Kota Bogor yakni melalui jalur prestasi, jalur online dan jalur siswa dari keluarga tidak mampu," kata dia.

    Menurutnya, kuota untuk pendaftaran melalui jalur prestasi Disdik Kota Bogor memberikan peluang 15 persen, untuk jalur dari keluarga tidak mampu 10 persen dan sisanya 75 persen melalui jalur pendaftaran online. "Disdik Kota Bogor tetap mempertahankan PPDB untuk tingkat SMP, SMA dan SMK di Kota Bogor menggunakan sistem online seperti tahun sebelumnya," kata dia.

    M SIDIK PERMANA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.