Blok G Tanah Abang Sepi, Ahok Blusukan Pagi Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anak-anak pedagang bermain di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta, 6 April 2015. Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan membongkar Blok G pada akhir tahun ini karena blok tersebut sepi dan dianggap sulit berkembang. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Anak-anak pedagang bermain di Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta, 6 April 2015. Pemerintah Daerah DKI Jakarta akan membongkar Blok G pada akhir tahun ini karena blok tersebut sepi dan dianggap sulit berkembang. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan mengunjungi Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada pukul 09.00, Rabu, 15 April 2015. Ahok berujar kunjungan tersebut bertujuan mengetahui penyebab pasar tersebut sepi pengunjung. "Saya mau lihat masalahnya apa," kata Ahok di Balai Kota, Rabu, 15 April 2015.

    Penataan Pasar Blok G merupakan salah satu program unggulan Joko Widodo saat menjabat sebagai gubernur. Jokowi menerapkan beragam cara untuk membuat pasar tersebut diminati warga. Upaya tersebut dimulai dari menyelenggarakan undian mobil bagi warga yang berbelanja hingga mengubah kantin pasar menjadi lebih bersih.

    Ahok menuturkan upaya promosi itu gagal mengundang warga Jakarta berbelanja di sana. Alih-alih diramaikan oleh pembeli, pedagang di pasar tersebut justru meninggalkan kiosnya dan kembali ke jalan.

    Menurut Ahok, para pedagang beralih memperoleh omzet lebih banyak saat berjualan di kaki lima ketimbang saat berjualan di lantai tiga Pasar Blok G.

    Ahok mengatakan upaya lain yang tengah digagas adalah membangun jembatan penghubung antara pasar dan Stasiun Tanah Abang. Ahok berharap jembatan ini membuat pengguna kereta api berbelanja di pasar itu.

    Ahok berujar pembangunan ini sebenarnya akan dimulai pada 2014. Namun Ahok mengatakan PD Pasar Jaya selaku pengelola tak menerapkannya tanpa alasan yang jelas.

    Ahok menduga PD Pasar Jaya sengaja menunda pembangunan jembatan agar pasar itu sepi pengunjung. Tujuannya adalah menggandeng perusahaan swasta untuk mengelola pasar guna meraup untung yang lebih besar. "Saya suuzon (berprasangka buruk) sajalah sekarang," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.