Buru Pembunuh Deudeuh 'Tata Chubby', Polisi Periksa Buku Tamu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    TEMPO.COJakarta - Polisi akhirnya menangkap terduga pembunuh Deudeuh Alfisahrin, 28 tahun, di Bogor pada dini hari tadi. Sebelum menangkap, berbagai usaha dilakukan polisi untuk mengejar pelaku. Dari menggunakan teknologi informasi hingga memeriksa buku tamu milik perempuan yang dikenal dengan nama Tata Chubby itu.

    Menurut Kepala Kepolisian Sektor Tebet Komisaris I Ketut Sudharma, buku tamu belum dapat menunjukkan terduga pembunuh. "Penyidik belum sampai mengerucut pada foto diduga pelaku," katanya kepada Tempo, Selasa, 14 April 2015.

    Dia mengatakan tujuh saksi yang sudah diperiksa belum diperlihatkan apa pun terkait dengan foto atau sketsa terduga pembunuh. Selain itu, kata dia, buku tamu yang banyak dibicarakan ternyata hanya berupa catatan-catatan milik Deudeuh. Namun, kata dia, tulisan itu masih diselidiki apakah benar milik Deudeuh atau bukan.

    Deudeuh Alfisahrin ditemukan tewas di kamar kosnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 11 April 2015. Jasadnya ditemukan dalam keadaan mulut tersumpal kaus kaki dan terjerat kabel pengering rambut.

    Sebelumnya, ahli psikologi forensik dari Universitas Indonesia, Reza Indragiri Amriel, menduga kasus pembunuhan yang menimpa Deudeuh terjadi karena kecelakaan. Menurut dia, ada kemungkinan korban meninggal karena adanya perilaku seksual sadistis dari pelaku sehingga berujung pada kematian.

    "Polisi bisa menyelidiki apakah ada bukti persenggamaan pada tubuh korban beberapa saat sebelum ia dihabisi," katanya kepada Tempo melalui pesan elektronik, Senin, 13 April 2015.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.