Di Pasar Blok G, Ahok Semprot Dirut PD Pasar Jaya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok saat rapat mediasi di Kementerian Dalam Negeri, 5 Maret 2015. Dok Pemprov DKI Jakarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok gusar gara-gara masalah eskalator di Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ahok memarahi Direktur Utama PD Pasar Jaya Djangga Lubis karena eskalator itu hanya berfungsi saat ada kunjungan tamu pemerintah ke pasar itu. "Ini eskalator bohong-bohongan," kata Ahok, sapaan Basuki, di Pasar Blok G, Rabu, 15 April 2015.

    Pernyataan Ahok itu disambut sorakan persetujuan dari para pedagang. "Betul!" kata mereka bersorak. Ahok menuturkan pemasangan eskalator itu bertujuan meningkatkan jumlah pembeli. Ahok mewajibkan pengoperasian eskalator itu setiap hari. Sebab, pengoperasiannya yang hanya sesekali tak akan menghasilkan efek signifikan.

    Dalam kunjungan ini, Ahok juga meminta PD Pasar Jaya dan Dinas Perhubungan membangun jembatan penghubung antara Pasar Blok G dan Stasiun Tanah Abang. Ahok menetapkan tenggat satu bulan bagi kedua instansi tersebut untuk mempersiapkan kajian rencana proyek tersebut.

    Ihwal jembatan penghubung antarblok, Ahok meminta PD Pasar Jaya membangun jembatan yang terdiri atas toko-toko. Pemanfaatan ruang udara itu bertujuan memaksimalkan kawasan Tanah Abang. Kelak, pengelola pasar juga wajib mengunggah nama pemilik kios ke sistem Smart City.

    Ahok berujar, pemilik yang kedapatan menjual kiosnya ke orang lain akan dijerat hukum pidana. Sedangkan pegawai pengelola pasar yang terbukti mengizinkan aksi jual-beli tersebut akan dipecat. "Kami pecat kalau terbukti ada permainan," ujar Ahok.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.