Tersangka Pembunuh Deudeuh Tertangkap, Apa Kata Keluarga?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    TEMPO.COJakarta - Keluarga korban pembunuhan di Tebet, Jakarta Selatan, Deudeuh Alfisahrin, hingga saat ini belum mendapatkan informasi soal ditangkapnya tersangka pembunuh Deudeuh. Iqbal, kakak kandung Dedeuh, mengaku baru tahu sudah kabar penangkapan tersangka dari media.

    “Belum ada pemberitahuan. Saya sekarang lagi menunggu pihak kepolisian,” kata Iqbal saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 April 2015.

    Penyidik Subdirektorat Kejahatan dengan Tindak Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap tersangka pembunuh Deudeuh berinisial RS di Bogor, Jawa Barat, pada Rabu dinihari, 15 April 2015.  "Benar. Pembunuhnya sudah ditangkap," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dengan Tindak Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan.

    Saat ini penyidik tengah membawa RS untuk menunjukkan tempat kerjanya di Kedoya, Jakarta Barat.

    Pada Sabtu, 11 April 2015, Deudeuh ditemukan tewas di kamar kosnya dengan kondisi mengenaskan. Lehernya terjerat kabel dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Saat ditemukan, tubuhnya tak memakai busana dan hanya ditutupi selimut.

    Dari hasil pemeriksaan polisi, Deudeuh diduga dibunuh seorang tamu yang datang ke kamar kosnya. Di tempat kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang mengarah ke dugaan itu, seperti buku catatan pelanggan dan alat kontrasepsi. Deudeuh memang dikenal kerap menerima tamu laki-laki di kamar kosnya.

    Dari barang-barang yang didapat di tempat kejadian perkara, ada beberapa orang yang melakukan komunikasi terakhir dengan korban yang mungkin merupakan pelaku pembunuhan. Terutama orang-orang yang berada dalam buku catatan yang diduga berisi nama-nama pelanggan Deudeuh.

    ANGGA SUKMAWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.