Kata Keluarga: Deudeuh Jarang Pulang ke Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Garis polisi terpasang di depan kamar Deudeuh `Tata Chubby`, korban pembunuhan di rumah kos kawasan tebet Utara satu, Jakarta, 15 Oktober 2015. Motif pembunuhan Tata oleh RS karena sakit hati. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Garis polisi terpasang di depan kamar Deudeuh `Tata Chubby`, korban pembunuhan di rumah kos kawasan tebet Utara satu, Jakarta, 15 Oktober 2015. Motif pembunuhan Tata oleh RS karena sakit hati. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Deudeuh Alfisahrin, 26 tahun, korban pembunuhan di Tebet, Jakarta Selatan, jarang pulang ke rumah orang tuanya di Depok, Jawa Barat. Iqbal, kakak kandung Deudeuh, mengatakan adiknya itu hanya pulang saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

    “Deudeuh hanya pulang saat Lebaran saja. Selain itu, dia tak pernah ke Depok,” kata Iqbal saat dihubungi Tempo, Rabu, 15 April 2015.

    Iqbal mengaku terakhir kali berkomunikasi dengan adiknya itu pada 29 Maret lalu. Saat itu Iqbal menanyakan kabar Deudeuh karena sudah lama tak berkomunikasi. “Waktu itu saya kirim BBM menanyakan kabarnya bagaimana. Setelah itu tak ada komunikasi lagi,” ujar Iqbal.

    Iqbal mengatakan Deudeuh juga jarang menjenguk anaknya yang masih kecil. Saat ini anak Deudeuh tinggal di Depok bersama neneknya. “Sejak lama, setahu saya dia jarang mengunjungi anaknya,” katanya.

    Pada Sabtu, 11 April 2015, Deudeuh ditemukan tewas di kamar kosnya dengan kondisi mengenaskan. Lehernya terjerat kabel dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Saat ditemukan, tubuhnya tak memakai busana dan hanya ditutupi dengan selimut.

    Penyidik Kejahatan dengan Tindak Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya berhasil menangkap pelaku pembunuh Deudeuh di Bogor, Jawa Barat pada Rabu dinihari, 15 April 2015. Pelaku berinisial RS yang kemudian diketahui bernama Muhammad Prio Santoso, 24 tahun.

    Menurut Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, pembunuh Deudeuh tega membunuh karena dipicu perkataan Deudeuh. Korban mengatakan bahwa Prio berbadan bau.

    "Dia dibilang bau oleh korban," kata Herry Rabu, 15 April 2015. Mendengar perkataan itu, pelaku marah dan mencekik korban sampai melilit leher korban menggunakan kabel.

    Saat mencekik korban, menurut Herry, pelaku sempat mendapat perlawanan. "Jari pelaku digigit korban," ujarnya. Prio yang sudah marah makin menjadi mendapat gigitan itu. Prio pun makin keras menjerat leher korban menggunakan kabel dan menyumpal mulutnya dengan kaos kaki pelaku.

    Korban pun tewas dan pelaku meninggalkan korban di kamar. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat, 10 April 2015 sekitar pukul 19.00-20.00 WIB.

    ANGGA SUKMAWIJAYA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.