Pembunuh Deudeuh Tata Chubby Jago Ilmu Eksak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    Deudeuh Alfisahrin. Twitter.com/@Tataa_chubby

    TEMPO.CO, Tangerang - Muhammad Prio Santoso atau Rio Santoso, 24 tahun, pria yang diduga membunuh Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby dikenal sebagai sosok yang pintar. Mahasiswa Institut Pertanian Bogor jurusan pertanian ini menguasai bidang pelajaran eksak seperti matematika, fisika, dan kimia.

    "Karena kepintarannya itulah ia masuk IPB tanpa tes karena mendapat beasiswa," kata Neneng Aliyanti, bibi Rio, saat ditemui di rumahnya di Kampung Sukabakti, Curug, Tangerang, Rabu, 15 April 2015

    Bakat menghitung dan menguasai mata pelajaran ilmu pasti itu, menurut Neneng, sudah terlihat sejak Rio duduk di bangku sekolah dasar. "Sejak SD sampai SMP dia selalu ranking 1, prestasi sekolahnya bagus terutama di pelajaran berhitung," ujar Neneng.

    Kepintaran Rio dalam bidang ilmu pasti dan berhitung itulah membuat pria beranak satu ini bekerja sebagai guru bimbingan belajar. "Ia bekerja sebagai guru privat dan bimbingan belajar untuk pelajaran matematika, kimia, dan fisika," kata Neneng.

    Sebelumnya, menurut Neneng, Rio mengajar di bimbingan belajar di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Belakangan, kata dia, Rio pindah mengajar di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta.

    Soal jagonya Rio dalam ilmu eksak itu diakui oleh sepupunya, Muhammad Abror, 15 tahun. "Wah dia sangat jago matematika, saya banyak belajar dari dia," ujarnya.

    Tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin, 26 tahun, akhirnya ditangkap penyidik Kejahatan dengan Tindak Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya. Tersangka berinisial RS ditangkap di Bogor, Rabu dinihari, 15 April 2015.

    JONIANSYAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.