Jelang KAA, Pengamat: DKI Seharusnya Siapkan Bus Gratis

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga menghampiri Bus Tingkat Pariwisata yang baru tiba di kawasan Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 3 Januari 2015. Bus Belum memadainya jumlah armada bus menyebabkan para calon penumpang harus menunggu hingga lebih dari 1 jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Warga menghampiri Bus Tingkat Pariwisata yang baru tiba di kawasan Jl. Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 3 Januari 2015. Bus Belum memadainya jumlah armada bus menyebabkan para calon penumpang harus menunggu hingga lebih dari 1 jam. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Arus lalu lintas yang semakin padat merayap di lokasi-lokasi berjalannya proyek Mass Rapid Transit menjadi makanan rutin warga Ibu Kota di jam padat. Menjelang Konferensi Asia-Afrika, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama justru bingung bagaimana mengurai kemacetan itu.

    Menurut pengamat transportasi dari Universitas Indonesia Tri Cahyono, mengatakan mitigasi kemacetan jelang KAA sangat penting. Sebab, Jakarta menjadi representasi Indonesia di mata negara sahabat. "Mitigasi kemacetan paling sederhana adalah dengan memberikan bus gratis," kata dia kepada Tempo, Jumat 17 April 2015.

    Dalam pelaksanaan KAA di Jakarta, pada 19-23 April mendatang, Jalan Sudirman akan bebas dari mobil dan motor. "Jadi jangan cuma dilarang melintas saja tetapi berikan fasilitas gratis juga. Kalau dilarang melintas, sama saja dengan memindahkan kemacetan," kata dia. Cara ini dianggap bisa meminimalisir kemacetan sembari menata Jakarta terlihat lebih rapi.

    Tri menuturkan, solusi ini adalah solusi paling mudah untuk jangka waktu temporer. Dengan menggandeng TNI-Polri atau Corporate Social Responsibility perusahaan, kata dia, kebutuhan bus gratis dapat terpenuhi. "Jadi proyek MRT tidak jadi kambing hitam terus," kata dia.

    Menurut Tri, proyek MRT seharusnya membuat Jakarta bangga. "Ini proyek yang menunjukkan Jakarta siap bersaing dengan kota besar lain di dunia," kata dia.

    Sebelumnya, Ahok mengatakan Jakarta sudah siap sebagai tuan rumah KAA 2015. Menurut dia, Presiden Jokowi sudah senang melihat pengaturan lalu lintas di sepanjang Bundaran HI dan Thamrin. Proyek MRT pun dianggap tak menjadi persoalan. "Tidak masalah, tidak usah dihentikan, jalan saja. Paling kita taruh beberapa petugas sekuriti," kata Ahok.

    Pengamat transportasi lain dari Masyarakat Transportasi Indonesia, Danang Parikesit mengatakan hampir tidak ada pilihan bagi masyarakat kecuali merasakan dampaknya. "Konvoi penjemputan tamu negara pasti menganggu kelancaran publik," kata dia.

    Tetapi, kata Danang, ada banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah seperti yang dilakukan oleh Brisbane sewaktu pelaksanaan APEC SUMMIT. Pertama, pemerintah mengumumkan secara jelas jadwal acara dan jam-jam gangguannya. "Dengan demikian, instansi pemerintah dan swasta bisa menyesuaikan diri dengan kemacetan. Jadi ada perhitungan terukur soal beban lalu lintas selama periode KAA," kata dia. Paling ekstrim, kata dia, meliburkan pada hari-hari yang sangat padat.

    Kedua, penyampaian informasi melalui media resmi dan online mengenai kondisi dari hari ke hari dan jam ke jam tentang situasi lalu lintas. Ketiga, kerjasama dengan berbagai penyedia aplikasi seperti google map dan waze. Keempat, kata dia, menyediakan angkutan umum gratis sekaligus bisa menguji-coba kesiapan Jakarta menghadapi ERP.

    DINI PRAMITA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.