Tragedi Danau UI: Alasan Si Ayah Tetap Yakin Akseyna Dibunuh  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    TEMPO.CO, Depok - Kematian mahasiswa Universitas Indonesia, Akseyna Ahad Dori, masih misterius. Hingga kemarin, polisi belum menyimpulkan apakah pemuda 19 tahun itu tewas karena bunuh diri atau dibunuh. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Agus Salim tidak bersedia menjawab pertanyaan wartawan yang berkaitan dengan kasus tersebut.

    Ayah Akseyna, Kolonel Sus Mardoto, kemarin datang ke Kepolisian Resor Depok guna memberi keterangan kepada penyidik. Mardoto tetap menyangsikan anaknya tewas bunuh diri, meski polisi menemukan surat wasiat yang diduga ditulis anaknya. "Kami sudah membandingkan bentuk tulisan dia dengan surat itu,” kata Mardoto. “Saya tidak yakin surat itu ditulis dia.”

    Mayat Akseyna ditemukan mengambang di Danau Kenanga, Universitas Indonesia, pada 26 Maret 2015. Ketika ditemukan, pakaiannya masih lengkap. Bahkan tasnya masih melekat pada punggungnya. Dari dalam tas ditemukan sejumlah batu yang membuatnya tenggelam.

    Polisi curiga pemuda itu adalah korban pembunuhan. Belakangan, muncul dugaan bunuh diri, terutama setelah polisi menemukan secarik kertas yang berisi pesan tulisan tangan berbahasa Inggris. Dalam pesan itu, penulis pamit dan tidak akan kembali serta meminta tidak usah dicari.

    Penyidik telah membandingkan tulisan pada kertas itu dengan contoh tulisan Akseyna dari buku-buku di kamar rumah kosnya. Polisi menyatakan ada kemiripan dalam tulisan tangan itu. “Belum ada petunjuk yang mengarah ke pembunuhan," kata Agus Salim, 7 April lalu.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.