Besok, Jalan Otista Ditutup 3 Bulan Lebih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja membongkar permukaan aspal saat proyek pembangunan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jalan Otista 3, Jakarta Timur (14/5). Sodetan tersebut akan digunakan di kawasan Kampung Melayu dan sekitarnya dan debit air Kali Ciliwung dapat dialihkan ke KBT. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    Pekerja membongkar permukaan aspal saat proyek pembangunan sodetan Sungai Ciliwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) di Jalan Otista 3, Jakarta Timur (14/5). Sodetan tersebut akan digunakan di kawasan Kampung Melayu dan sekitarnya dan debit air Kali Ciliwung dapat dialihkan ke KBT. TEMPO/Dian Triyuli Handoko

    TEMPO.COJakarta - Ruas Jalan Otista Raya, Jakarta Timur, kembali ditutup mulai Selasa, 21 April 2015, karena pembangunan sudetan Ciliwung. Penutupan untuk yang kedua kalinya ini, setelah tahun lalu juga ditutup, akan dilakukan selama 70 hari.

    Pada 10 Mei 2014, akses Jalan Otista Raya ditutup karena pengerjaan arriving shaft atau titik pertemuan untuk pengeboran bagian inlet di Jalan Otista Raya dan outlet di Jalan DI Panjaitan.

    Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur Bernad Octavianus mengatakan, selama penutupan, arus lalu lintas akan dialihkan. Adapun rute pengalihannya sama dengan tahun sebelumnya. "Seperti tahun lalu," ucapnya saat dihubungi Tempo, Minggu, 19 April 2015.

    Bernard menjelaskan, bagi pengendara dari barat menuju timur, akan dialihkan melalui Jalan Otista Raya, Otista III, Kebon Nanas, dan berakhir di Jalan D.I. Panjaitan. Adapun arah sebaliknya, dari timur menuju barat, pengendara bisa melewati Jalan Ahmad Yani, Kebon Nanas Selatan, lalu menuju Otista 3.

    Manajer Proyek PT Wijaya Karya Ismu Sutopo menuturkan penutupan ruas Jalan Otista yang kedua kalinya terkait dengan pengambilan mata bor proyek sudetan Ciliwung. "Sebelumnya dipasang, sekarang mau diambil," katanya.

    Menurut dia, waktu penutupan yang lamanya 70 hari sudah dihitung dengan matang. Selain melakukan pengambilan mata bor, waktu tersebut digunakan untuk melakukan persiapan pengeboran lanjutan selama 1,5 bulan. "Perlu persiapkan peralatan juga," ucapnya.

    Ismu mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak terkait selama penutupan, seperti Dinas Perhubungan dan Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Timur. "Semua sudah dikoordinasikan."

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.