Jalan Otista 3 Ditutup 2 Bulan, Ini Rute Pengalihan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja mengamati sebuah bor raksasa yang digunakan dalam proyek pembangunan sodetan Ciliwung di Kebon Nanas, Jakarta, 16 Januari 2015. TEMPO/Frannoto

    Pekerja mengamati sebuah bor raksasa yang digunakan dalam proyek pembangunan sodetan Ciliwung di Kebon Nanas, Jakarta, 16 Januari 2015. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Lalu lintas di Jalan Otista III, Jakarta Timur, bakal dialihkan selama kurang lebih dua bulan sejak Selasa, 21 April 2015. Rekayasa lalu lintas disebabkan situs arriving shaft yang ada di ruas jalan itu bakal dibongkar untuk mengangkat mesin bor raksasa. "Jalan Otista III akan ditutup sampai 20 Juni," kata Lurah Cipinang Cempedak, Bambang Novianto, di kantornya, Senin, 20 April 2015.

    Bambang menambahkan pengendara yang bakal melintas dari arah Timur yakni Jalan Otista Raya masih bisa masuk ke Jalan Otista III. Tapi, saat melewati Bank Muamalat, pengendara harus belok kiri menuju Jalan Kebon Nanas Utara III. Nantinya, pengendara keluar di Jalan Panti Asuhan dan bisa meneruskan perjalanan ke Jalan D.I. Panjaitan.

    Sementara itu, pengendara yang masuk dari arah Barat, yakni dari Jalan D.I. Panjaitan harus belok di SD Negeri 1 Cipinang Cempedak. Mereka, kata Bambang, bakal menyusuri Jalan Kebon Nanas Selatan. Jalan keluarnya bagi pengendara ini ialah berada di samping Sungai Kalibaru.

    Menurut Bambang, bakal ada dua personil Satuan Polisi Pamong Praja yang akan ditugaskan mengatur lalu lintas. "Rambu-rambu pengalihan arus juga sudah dipasang," ujarnya.

    Lurah Cipinang Cempedak, Bambang Novianto, mengatakan pengalihan arus di Jalan Otista III karena kontraktor sudetan bakal mengangkat mesin bor raksasa. "Aspal di Jalan Otista III bakal dibongkar karena di bawah tanah sudah dibangun lobang untuk jalan keluar bor," ujar Bambang di kantornya, Senin, 20 April 2015.

    Secara terpisah, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Teuku Iskandar, menjelaskan situs arriving shaft di Jalan Otista III dibangun karena pembebasan lahan di situs inlet, Bidara Cina, tak kunjung rampung. Sebab, semula mesin bor direncanakan langsung menembus dari situs outlet di Kebon Nanas hingga situs inlet di Bidara Cina.

    Iskandar menambahkan bor raksasa yang membuat gorong-gorong sudetan berdiameter 3,5 meter. Bor itu didatangkan langsung dari Jepang. Kelebihan bor itu ialah dapat bekerja secara simultan, artinya saat mengebor tanah, mesin bisa sekaligus memasang cincin beton. "Kecepatan pengeboran bisa sampai pasang lima cincin beton per hari," kata Iskandar.

    Pengeboran dari situs outlet Kebon Nanas dimulai pada awal tahun ini. Iskandar mengatakan bila mesin bor sudah menembus situs arriving shaft di Jalan Otista III, maka proyek sudetan sudah separuh jalan.

    RAYMUNDUSRIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.