Akseyna Ternyata Masih Hidup Saat Tenggelam di Danau UI  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi mengevakuasi mayat seorang pemuda, dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 26 Maret 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Polisi mengevakuasi mayat seorang pemuda, dari Danau Kenanga, Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, 26 Maret 2015. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Depok - Kapolres Depok Kombes Ahmad Subarkah mengaku masih belum bisa menyimpulkan kasus kematian Akseyna Ahmad Dori, mahasiswa yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI, Kamis 26 Maret 2015. "Yang jelas saat di dalam air dia masih hidup. Saya tidak mau berasumsi Akseyna tewas dibunuh apa bunuh diri. Tunggu penyelidikan," kata Ahmad.

    Saat ini, Polres Depok masih menunggu hasil labor forensik dan otopsi mayat. Selain itu, pihaknya belum bisa membuktikan keotentikan surat yang diduga tulisan Akseyna, yang ditemukan di kamarnya dan menjadi barang bukti.

    Penyidik juga telah memeriksa sedikitnya 16 orang saksi yang dimintai keterangan, mulai dari mahasiswa, dosen dan pihak lainya.

    Untuk luka lebam yang ada di tubuh Akseyna, Ahmad mengajelaskan bahwa semua mayat yang ditemukan di dalam air pasti memiliki luka. "Kami tidak mau menyimpulkan kasus ini sebelum ada bukti yang kuat. Kasus ini rumit dan perlu penyelidikan," kata dia.

    Polda Metro Jaya akan membantu penyelidikan kasus kematian mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori, 19 tahun. Saat ini, penyelidikan masih terkait penyebab kematian mahasiswa itu. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan pihaknya akan melakukan asistensi. "Kami akan mem-back up kasus ini," kata dia Ahad 19 April 2015.

    Namun, Heru mengatakan, kasus ini masih dalam penyelidikan Kepolisian Resor Metro Depok. "Kasusnya masih ditangani Polres Depok," ujarnya.

    Saat ini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap tulisan tangan yang ditemukan di kamar Akseyna yang diduga ditulis oleh mahasiswa semester 4 itu. Surat itu kurang lebih berisi bahwa dia ingin pergi dan minta untuk tidak dicari.

    Polisi sedang meneliti apakah tulisan tersebut benar tulisan tangan Akseyna atau bukan. Sebab, dari hasil otopsi, pihak forensik menemukan bekas pukulan di tubuh Akseyna. Selain itu, ada pula dugaan saat tenggelam di Danau Kenanga, dia masih dalam keadaan hidup. Ditambah lagi, Akseyna membawa sebuah tas berisi batu ketika ditemukan mengambang.

    IMAM_HAMDI| NINIS CHAERUNNISA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Intoleransi di Bantul dan DIY Yogyakarta dalam 2014 hingga 2019

    Hasil liputan Tempo di DIY Yogyakarta, serangan terhadap keberagaman paling banyak terjadi di Bantul sepanjang 2014 sampai 2019.