Misteri Kematian Akseyna: Ada Pasir dan Air Dalam Paru-paru  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    Akseyna Ahad Dori. Facebook.com

    TEMPO.COJakarta - Polisi masih belum bisa menjawab penyebab kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universitas Indonesia yang ditemukan tewas mengambang di Danau Kenanga UI pada 28 Maret 2015. Kepolisian Resor Depok belum bisa memastikan apa mahasiswa Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam itu dibunuh atau bunuh diri.

    "Cara kematian Akseyna sangat tidak wajar dan janggal," kata Kolonel Sus Mardoto, ayah Akseyna, saat dihubungi Tempo, Senin, 20 April 2015. Hingga kini, ia mengaku belum menerima hasil otopsi yang sudah dilakukan polisi. "Apa saya harus minta? Seharusnya mereka yang memberikan."

    Adapun otopsi jenazah dilakukan tim forensik Rumah Sakit Polri R. Sukanto, Kramatjati, Jakarta Timur. Jasad Akseyna ditemukan dalam kondisi berpakaian lengkap dengan tas ransel berisi batu yang menempel pada punggungnya. Batu itu diduga untuk menenggelamkan Akseyna.

    Menurut dia, ada tiga kejanggalan pada kasus kematian anaknya. Tiga kejanggalan ini membuktikan bahwa kematian Akseyna bukan karena bunuh diri. Kejanggalan pertama, tas berisi bongkahan batu pada tubuh Akseyna. Kedua, adanya luka memar pada tubuhnya.

    Ketiga, secarik kertas bertuliskan: "I will not return for please don't search for existence, my apologies for everything eternally," yang ditemukan di kamar kos Ace—sapaan Akseyna—di Kelurahan Kukusan, Beji. Mardoto yakin itu bukan tulisan anaknya karena ada perbedaan dalam menuliskan abjad tertentu. "Kalau bunuh diri, tidak akan melakukan cara serumit itu."

    Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian dan Kesehatan Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Musyafak mengatakan ada sejumlah luka memar pada jenazah pria 18 tahun itu. Dari hasil pemeriksaan forensik, Akseyna masih bernapas saat berada di dalam air. "Itu diketahui karena ada pasir dan air di dalam paru-parunya," ujarnya.

    Musyafak menjelaskan Akseyna meninggal karena lemas pada paru-paru akibat tidak ada udara dan menghirup air. "Itu penyebab kematiannya. Tapi, apakah tenggelam sendiri atau ditenggelamkan (dibunuh), ini yang masih diselidiki dan ranahnya penyidik."

    HUSSEIN ABRI YUSUF | AFRILIA SURYANIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.