Pasca-Ledakan di KBRI Yaman, Begini Pengamanan KAA  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (tengah) memeriksa kesiapan pasukan Polri saat mengamankan peringatan 60 tahun konferensi Asia Afrika (KAA) di JCC, Jakarta, 20 April 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Kapolri Jenderal Badrodin Haiti (tengah) memeriksa kesiapan pasukan Polri saat mengamankan peringatan 60 tahun konferensi Asia Afrika (KAA) di JCC, Jakarta, 20 April 2015. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO,Jakarta- Pelaksana tugas Kepala Bidang Humas Kepolisian Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Purbaya mengatakan pengamanan penyelenggaraan peringatan 60 tahun Konferensi Asia-Afrika tetap berjalan normal pasca-ledakan yang merusak Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaman pada Senin, 20 April 2015.

    Purbaya mengatakan pengamanan KAA di Jakarta tetap melibatkan TNI dan Polri sebagai personel pengamanan, sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya.

    "Untuk KAA, pengamanan tetap dengan 7.780 personel gabungan," ujar Purbaya ketika dihubungiTempo,Selasa, 22 April 2015. Dia menuturkan pengamanan itu terdiri atas 3.550 personel TNI dan 4.230 personel Polri. Purbaya menambahkan, pihaknya juga berkoordinasi dengan Direktorat Pengamanan Objek Vital Polda Metro Jaya.

    Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaman terkena dampak ledakan bom pada Senin, 20 April 2015, pukul 10.45 waktu setempat. Sasaran utama pengeboman sebenarnya adalah gudang senjata yang terletak di Gunung Faj Attan. Namun jarak gudang tersebut hanya 5 kilometer dari KBRI Yaman.

    "Karena ini gudang senjata, ledakannya sangat besar dan mengguncang sampai KBRI," ucap Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal ketika dihubungi, Senin, 20 April 2015. Iqbal mengatakan tiga WNI terluka akibat ledakan itu.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.