Akibat KAA, Mira Tempuh 3 Jam Rawamangun- Polim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aparat TNI bersama Polda Metro Jaya saat melakukan pengamanan selama Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 19 April 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    Aparat TNI bersama Polda Metro Jaya saat melakukan pengamanan selama Konferensi Asia Afrika (KAA) Ke-60 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, 19 April 2015. Tempo/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengalihan arus dan sistem penutupan ruas jalan dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60 mulai dilakukan pada Rabu 22 April 2015. Penutupan ruas Jalan Sudirman, Jalan MH. Thamrin, hingga Jalan Sisingamangaraja membuat seluruh kendaraan pribadi maupun kendaraan umum tidak dapat melintasi rutenya.

    "Saya yang biasanya 45 menit dari Salemba ke Panglima Polim, jadi 3,5 jam perjalanan," kata Mira Riyadi, 52 tahun, pegawai kantor Notaris di kawasan Panglima Polim. Ia mengatakan perjalanan menuju kantornya pagi ini harus ditempuh 4 kali lebih lama dari biasanya.

    Mira menceritakan, setiap hari dirinya berangkat menggunakan bus umum Patas Maya Sari Bakti 76, jurusan Senen-Ciputat sekitar pukul 06.45 WIB dari Salemba. Lalu mengarah menuju Panglima polim. Pada perjalanan normal, ia mengaku sudah tiba di kantor pada pukul 07.30 WIB. Namun pagi ini, Mira baru tiba di kantor pada pukul 10.30 WIB.

    Rute yang biasa digunakan Patas 76 tersebut yaitu Jalan Diponegoro, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sudirman, Jalan Sisingamangaraja lalu Jalan Panglima Polim Raya. Dengan jalur rute bus tersebut, perjalanan di pagi hari tidak sampai memakan waktu hingga 1 jam.

    Namun karena adanya pengalihan arus dan sistem penutupan ruas jalan dalam rangka peringatan Konferensi Asia Afrika ke-60, pagi ini Patas 76 yang ditumpanginya harus memilih jalur yang bukan rute bus tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.