Pelawak Tessy Dituntut Setahun Penjara

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pelawak bernama Tessy alias Kabul Basuki ini ditangkap saat pesta sabu bersama tiga temannya di Bekasi Utara, 28 Oktober 2014. Sejumlah pelawak pernah tertangkap dalam kasus narkoba. Twitter.com

    Pelawak bernama Tessy alias Kabul Basuki ini ditangkap saat pesta sabu bersama tiga temannya di Bekasi Utara, 28 Oktober 2014. Sejumlah pelawak pernah tertangkap dalam kasus narkoba. Twitter.com

    TEMPO.CO, Bekasi - Sidang lanjutan kasus narkoba di Pengadilan Negeri Bekasi yang menjerat pelawak Kabul Basuki alias Tessy sudah memasuki tahap penuntutan, Rabu, 22 April 2015. Dalam sidang itu, Jaksa Penuntut Umum, menuntut Tessy satu tahun penjara.

    "Tuntutan itu untuk Tessy dan kawan-kawannya,"  kata Jaksa Penuntut Umum, Santoso. Ia mengatakan, tuntutan itu mengacu pada pasal 127 Undang-Undang tahun 2009 tentang Narkotika yang berisi penyalahgunaan bagi diri sendiri.

    Menurut Santoso,  setelah tuntutan dibacakan, jaksa sepenuhnya menyerahkan kepada majelis hakim untuk memutuskan  hukuman kepada  terdakwa. Keputusan hakim itu rencananya dibacakan  30 April 2015.  

    Adapun kuasa hukum Tessy, Dedy Yahya, mengatakan, dirinya  sudah meminta keringanan kepada majelis hakim dalam bentuk pledoi secara lisan. Intinya,  pihaknya meminta keringanan mengingat usia Tessy yang sudah lanjut.

    "Klien mengakui, dan tidak akan mengulangi lagi, dia juga malu," kata Dedy. Karena itu, dalam sidang putusan pada Kamis pekan depan, pihaknya meminta majelis hakim memvonis seringan-ringannya atau hanya direhabilitasi.

    Tessy ditangkap Anggota Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Mabes Polri di rumah rekannya, Kampung Rawabugel RT 3 RW 2 Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi pada 23 Oktober 2014. Tessy ditangkap karena di mobilnya ada dua paket sabu-sabu seberat 1,06 gram.

    Ketika hendak dibawa, Tessy mencoba bunuh diri dengan menenggak cairan karbol. Akibatnya, dia sempat dirawat di RS Polri Kramajati, Jakarta Timur. Setelah dirawat dia menjalani rehabilitasi di Panti milik BNN di Sukabumi, Jawa Barat.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.