KAA, Karyawan di Sudirman: Enak, Tak Ditutup Kayak Kemarin  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jalan Sudirman-Thamrin tidak ditutup dalam Konferensi Asia Afrika, Jakarta, 23 April 2015. TEMPO/Maya Nawangwulan

    Jalan Sudirman-Thamrin tidak ditutup dalam Konferensi Asia Afrika, Jakarta, 23 April 2015. TEMPO/Maya Nawangwulan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengalihan arus lalu lintas lantaran penyelenggaran Peringatan 60 Tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) pada Kamis, 23 April 2015, lebih fleksibel. Arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju Jalan Sudirman-Thamrin tetap mengalir meskipun cenderung sepi dibanding hari-hari normal.

    "Hari ini lebih enak, tidak ditutup penuh kaya kemarin," kata Erwin Prasetio, 32 tahun, karyawan swasta di gedung Plaza Central, di Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis, 23 April 2015.

    Erwin mengatakan pada Rabu kemarin, ia turut merasakan berjalan kaki dari Stasiun Sudirman menuju kantor. Erwin mengatakan, apa yang terjadi pada penyelenggaraan KAA hari keempat ini lebih baik bagi warga Jakarta. "Soalnya tidak mengorbankan warga yang bekerja di jalan-jalan protokol," kata Erwin.

    Anggota Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Yuliati, menjelaskan, pengalihan arus lalu lintas pada Kamis, 23 April 2015, arus memang dibuat lebih fleksibel dibanding dengan Rabu, 22 April 2015.

    Yuliati mengatakan penyelenggaraan hari keempat ini dibuat dengan lebih memperhatikan aspirasi masyarakat yang merasa kesulitan menuju kantornya di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin. "Hari ini dibuat lebih mengalir, fleksibel, hanya ditutup situasional saja," kata Komisaris Yuliati.

    Berdasarkan pantauan Tempo, lalu lintas dari Jalan Thamrin menuju Jalan Sudirman sejak pukul 07.30 WIB tetap dilalui kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Bahkan pukul 07.45 WIB saat rombongan mobil presiden melintas, arus jalan tetap dibiarkan mengalir dan hanya dinetralisasi sesaat sebelum iring-iringan kendaraan presiden lewat.

    MAYA NAWANGWULAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.