Keluarga Minta Polisi Tahan Bambang Widjojanto, Kenapa?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto (kanan), menaiki mobilnya untuk berangkat ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Wakil Ketua KPK nonaktif, Bambang Widjojanto (kanan), menaiki mobilnya untuk berangkat ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, 23 April 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Depok - Pihak keluarga Bambang Widjayanto, menganggap mengambangnya kasus hukum yang saat ini sedang dijalani, menjadikan informasi simpang siur. "Lebih baik ditahan atau tidak biar ada kejelasan. Kami siap kalau BW ditahan," kata adik Ipar BW, Subhan, di rumahnya di Kampung Bojong Lio RT6/28 No 67 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu 23 April 2015.

    Ia mengatakan justru pihak keluarga menginginkan kejelasan atas kasus yang menimpa BW, yang ditetapkan menjadi tersangka atas tudingan mempengaruhi sejumlah saksi terkait Pemilihan Kepala Daerah Kota Waringin Barat, Kalimantan Timur. Sebab, hingga kini belum ada penetapan status BW. "Mas BW juga lebih senang bila ditahan. Asal ada kepastian," jelasnya.

    Kendati begitu, ia meminta masyarakat bisa melihat secara jujur mana yang bersalah dan tidak bersalah. Selain itu, keluarga Ingin kasus segera digulirkan dan di persidangan. Hal ini, kata dia, agar jelas argumen yang dibangun benar atau salahnya dari masalah ini. "Bila BW tidak salah. Harus jujur melihat BW tidak salah.

    Dikatakan dia, saat ini keluarga juga sudah siap menghadapi situasi terburuk, bahkan sudah siap sejak sebelum masuk ke KPK. "Kalau ditahan kami sudah siap," tandasnya.

    Bambang Widjayanto, yang diperiksa Bareskrim Polri, atas tudingan mempengaruhi sejumlah saksi terkait Pemilihan Kepala Daerah Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah, tiba di rumahnya di Kampung Bojong Lio RT6/28 No 67 Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Sukmajaya, Rabu 23 April 2015, sekitar pukul 20.00 WIB.

    Wartawan yang menunggu sejak sore belum bisa meminta keterangan ihwal pemeriksaan BW, yang dilakukan Bareskrim. "Maaf mas Bambang lelah setelah. Jadi, belum bisa diwawancarai. Tadi, sudah sampai masuk lewat depan," kata Subhan, adik Ipar BW kepada awak media yang sudah menunggu BW di belakang rumahnya.

    Ia mengatakan, pihak keluarga selama BW membela kebenaran dan melawan kejahatan selalu mendukung. Menurutnya, pekerjaan BW pasti akan ada resiko yang ditanggungnya. "Keluarga bila ada penahanan siap. Sejauh ini kami hanya memantau perkembangan saja," ucapnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.