Rasanya Tinggal di Negeri Kim Jong-un ala Wagub Djarot  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat seusai melihat kolam ikan peliharaannya dengan wartwan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat seusai melihat kolam ikan peliharaannya dengan wartwan di rumah dinasnya di jalan Besakih, Jakarta, 25 Desember 2014. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO , Jakarta: Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat alias Djarot membandingkan kondisi Jakarta yang semerawut dengan Pyongyang di Korea Utara yang lebih teratur dan tertata. "Saya pernah ke sana tahun 2011, selama hampir 2 pekan. Korea Utara terus terang tidak seperti yang Anda gambarkan," ujar Djarot di Balai Kota, Jakarta, Kamis, 23 April 2015.

    Keadaan Pyongyang, menurut Djarot, jelas sangat berbeda dengan Jakarta karena jumlah penduduk di Pyongyang tak sepadat Jakarta. "Di sana tidak ada kemacetan, di sana hampir tidak ada unjuk rasa, di sana tidak ada banjir, di sana yang perlu kita tiru adalah kedisiplinan masyarakatnya," ujar Djarot memuji kondisi negara sosialis itu.

    Keteraturan di Pyongyang terpengaruh oleh garis kebijakan pemerintahan Kim Jong-un, pemimpin tertinggi Korea Utara. Kondisi ini tentu berlainan dengan Indonesia, Jakarta khususnya. Djarot memuji para pekerja seperti pegawai negeri di Pyongyang. Menurut Djarot, masyarakat Pyongyang sangat patuh, sangat berdedikasi dan cinta tanah air.

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana memenuhi permintaan pemerintah Korea Utara untuk memberikan sepasang orang utan untuk negara berlabel republik sosialis tersebut. Tapi rupanya, kerja sama yang dilakukan dengan negeri Kim Jong-un itu bukan pemberian orang utan.

    Ada pun Pemerintah DKI Jakarta sudah membuka kerja sama dengan Korea Utara. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan kerja sama antara Jakarta dan Pyongyang adalah meminjamkan orang utan untuk dikembangbiakkan, bukan menghibahkan hewan langka itu seperti yang diwartakan media.

    "Itu meminjamkan ke sana. Konsepnya kayak dulu meminjamkan komodo. Kita antarnegara berhak meminjamkan. Jika sudah ada anak dan dapat generasi baru bisa dikembalikan," ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, 23 April 2015.

    Menurut Ahok, rencana peminjaman orang utan ini sudah terwacanakan sejak Fauzi Bowo menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hal ini sebelumnya sempat disampaikan pemerintah Korea Utara kepada Foke. Orang utan yang akan dipinjamkan ke pemerintah Korea Utara akan diambil dari Kebon Binatang Ragunan.

    Peminjaman orang utan ini pun menurut Ahok baru akan dilakukan saat kondisi di Korea Utara sudah memungkinkan. "Tunggu kandangnya siap," kata Ahok. Rencana peminjaman ini, menurut Ahok, memerlukan perencanaan dan persiapan yang cukup matang.

    Menurut Ahok, rencana ini sudah disampaikan kepada Presiden Presidium Republik Demokratik Rakyat Korea Kim Yong-nam saat bertemu di President Suite, Hotel Intercontinental, Jakarta, kemarin. Pertemuan ini bertepatan saat Ahok dan Yong-nam menghadiri acara Konferensi Asia Afrika.

    AISHA SHAIDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.