Ditutup karena KAA, Jalur Senayan Kembali Normal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah karyawan berjalan kaki usai pulang kerja dari kantornya, di kawasan Sudirman, 22 APril 2015. Mereka terpaksa jalan kaki karena ruas jalan protokol ditutup sementara waktu akibat adanya pengalihan arus Konferensi Asia Afrika (KAA). TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah karyawan berjalan kaki usai pulang kerja dari kantornya, di kawasan Sudirman, 22 APril 2015. Mereka terpaksa jalan kaki karena ruas jalan protokol ditutup sementara waktu akibat adanya pengalihan arus Konferensi Asia Afrika (KAA). TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Jalan Jenderal Sudirman di kawasan Senayan kembali macet parah setelah selama empat hari relatif sepi akibat pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Jakarta Convention Centre. Titik kemacetan paling parah berada di sisi timur Senayan yang terkena imbas pembangunan MRT.

    Berbeda dengan hari sebelumnya yang hanya tampak 20 kendaraan di jalur lambat, pagi ini ratusan puluhan pengendara motor memadati jalur yang juga digunakan bus kota. Beberapa pengendara motor bahkan nekat naik ke trotoar Senayan untuk mempersingkat waktu.

    Aksi mereka dihadang beberapa polisi dan TNI yang berdiri tegak di sejumlah titik trotoar Senayan. Ternyata para pengendara tetap bandel. Setelah turun ke jalan karena diusir petugas, selang beberapa meter mereka kembali naik ke trotoar. "Lama. Macet ini," kata salah satu pengendara yang diusir anggota polisi, Jumat, 24 April 2015.

    Titik kemacetan kedua ada di depan daerah Bendungan Hilir. Bottle neck akibat pembangunan MRT dan penutupan jalur ke Tanah Abang membuat kendaraan menumpuk hingga 500 meter. Setelah daerah Karet, Jalan Jenderal Sudirman di kedua arah relatif lancar.

    Kondisi normal ini disebabkan Kepolisian Daerah Metro Jaya hanya memberlakukan penutupan jalur sebagian. Penutupan hanya di jalur yang digunakan delegasi peserta KAA menuju tol ke Bandung.

    Penutupan tersebut juga hanya dilakukan hari ini karena seluruh delegasi telah ke luar dari Jakarta. "Beberapa delegasi akan langsung pulang ke negaranya, beberapa akan kembali ke Jakarta besok," kata Brigadir Satu Edi W.

    Menurut Edi, meski ada beberapa delegasi kembali ke Jakarta, kepolisian tak akan memberlakukan penutupan jalan. Sistem pengawalan dan pengaturan jalan dilakukan sesuai dengan standar tamu negara. Penutupan hanya dilakukan karena KAA. "Kami masih menunggu informasi lanjutan. Untuk sementara tak akan ada lagi penutupan," kata Edi.

    FRANSISCO ROSARIANS‎


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.