Kronologi Kebakaran Kantor Wali Kota Bekasi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    Ilustrasi kebakaran. ANTARA/Suwandy

    TEMPO.CO, Bekasi - Sedikitnya tiga ruangan di kantor Wali Kota Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, ludes dilalap si jago merah, Jumat, 24 April 2015. Tak ada korban dalam kejadian itu, hingga saat ini belum diketahui penyebab pasti kebakaran yang terjadi pukul 11.00 itu.

    Informasi dihimpun Tempo, sumber api berasal dari ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji. Pegawai di kantor itu awalnya mencium asap dari ruang berukuran 5 x 6 meter yang tak ada penghuninya. "Setelah dibuka, asap sudah tebal," kata salah satu pegawai, Ari, 33 tahun, Jumat, 24 April 2015.

    Seketika seluruh pegawai di ruangan Sekda panik. Barang-barang di sumber api tak dapat diselamatkan. Hanya beberapa dokumen yang dapat diamankan. Selebihnya, pegawai memilih menyelamatkan diri, karena kobaran api semakin besar. "Saya mencoba memadamkan api dengan alat pemadam, tapi tidak mampu," kata bekas pegawai pemadam kebakaran ini.

    Seluruh pegawai yang berada di kantor dua lantai panik. Mereka berhamburan keluar ruangan, sambil membawa dokumen. Mereka berteriak kebakaran. "Waktu kebakaran saya ada di kantor," kata Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan Bambang. "Saya minta pegawai langsung evakusi."

    Adapun Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik. Sedikitnya tiga ruangan ludes, antara lain ruang Sekda, Bagian Diklat pada Badan Kepegawaian Daerah, dan Bagian Aset milik Badan Pengelolaan Aset dan Keuangan Daerah. "Ada beberapa ruangan yang terkena dampak," kata dia.

    Rahmat mengatakan, peristiwa itu merupakan musibah yang dialami oleh Pemerintah Kota Bekasi. Ke depan, kata dia, pihaknya akan mengevaluasi sejumlah gedung di Kota Bekasi. Sebab, gedung-gedung tinggi sudah bermunculan, termasuk kantor wali kota sepuluh lantai. "Ini dua lantai saja sudah sulit memadamkannya," kata Rahmat.

    Rahmat mengatakan, gedung yang terbakar merupakan bangunan tua, didirikan sekitar tahun 1984, dan baru direnovasi pada tahun 2004. Dengan kejadian itu, Rahmat memastikan pemerintahan tetap berjalan seperti biasa. "Tidak sampai melumpuhkan pemerintahan," kata Rahmat.

    Rahmat menambahkan, untuk sementara ruangan yang ludes akan dipindahkan ke ruangan lainnya yang dianggap kosong. Misalnya, kata dia, ruang kerja Sekda bergabung menjadi satu dengan ruang kerjanya di rumah dinas. "Masih banyak ruangan kosong, bisa dipakai," kata dia.

    Kebakaran sendiri baru bisa padam pukul 12.45 atau hampir dua jam setelah api muncul pada pukul 11.00 WIB. Aparat Polresta Bekasi Kota sudah memasang garis polisi di titik kebakaran, hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan terkait dengan kasus tersebut.

    ADI WARSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.