SMKN 26 Laporkan EO Pesta Bikini ke Polisi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster larangan memakai bikini diSpanyol. newsoxy

    Poster larangan memakai bikini diSpanyol. newsoxy

    TEMPO.CO , Jakarta: Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 26 Jakarta menjadi salah satu sekolah yang namanya tercantum dalam pamflet pesta bikini "Splash After Class" besutan Divine Production. Namun, sekolah mengaku tak tahu menahu dan
    merasa dirugikan atas hal ini.

    Kepala Sekolah SMKN 26 Jakarta Anas Rosich mengatakan dia keberatan sekolahnya disebut terlibat dalam acara tersebut. "Itu sama sekali jauh dari karakter sekolah kami," kata dia Sabtu 25 April 2015. Karenanya, tidak mungkin sekolah atau para siswa ikut serta dalam kegiatan seperti itu.

    Dia menjelaskan, sekolahnya rata-rata diisi oleh siswa yang berasal dari kalangan menengah ke bawah. Menurut dia, kegiatan hura-hura semacam pesta bikini hampir tidak mungkin dilaksanakan. "Kegiatan hura-hura seperti itu tak ada di sekolah kami," ujarnya. Ditambah lagi, pasca ujian nasional, siswa kelas XII masih perlu belajar satu tahun lagi untuk praktik di industri. "Semua sibuk mempersiapkan itu."

    Atas keberatannya itu, Anas mengatakan pihaknya sudah melaporkan Divine Production kepada kepolisian. "Jumat lalu kami lapor ke Polsek Pulogadung," kata dia.

    Laporan yang dibuat adalah tuduhan pencemaran nama baik yang dilakukan penyelenggara acara. SMKN 26 namanya tercantum di pamflet namun tidak tahu menahu soal pesta bikini yang jauh dari karakter sekolah itu.

    Sebelumnya, ada 15 sekolah SMA yang namanya tercantum di pamflet pesta bikini "Splash After Class". Sekolah-sekolah itu diklaim terlibat dalam pesta perayaan siswa kelas XII selepas Ujian Nasional yang diselenggarakan Divine Production.


    Sekolah sudah dipanggil oleh Dinas Pendidikan DKI untuk memberikan klarifikasi terkait acara ini. Ternyata, sekolah tak tahu soal pencantuman nama itu. Dinas pun mempersilakan jika sekolah akan menempuh jalur hukum terkait ini.


    Sementara itu, Pemilik Divine Production, Immanuel Siregar, mengatakan kesiapannya jika polisi menanggil dia dan tim untuk pesta bikini bagi siswa sekolah menengah atas. Menurut dia, tidak ada dasar untuk menuntut EO nya ke polisi. "Acara Splash After Class itu memang untuk murid SMA. Tapi 18 tahun ke atas," kata dia di Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis, 23 April 2015.

    Manager Finance dan Talent Divine Production, Debby Carolina, meminta maaf ihwal pesta bikini bertema "Splash Afrer Class" yang menyasar siswa sekolah menengah atas di Jakarta. "Kami mengirim surat permintaan maaf ke setiap sekolah," kata dia, Kamis, 23 April 2015.

    NINIS CHAIRUNNISA | HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.