Hari Kartini, Tempo Bagi-bagi Bunga di Bundaran HI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tim Tempo membagi-bagikan bunga mawar merah, kepada pengunjung car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 26 April 2015. Acara ini untuk memperingati hari Kartini. TEMPO/Randy

    Tim Tempo membagi-bagikan bunga mawar merah, kepada pengunjung car free day di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, 26 April 2015. Acara ini untuk memperingati hari Kartini. TEMPO/Randy

    TEMPO.COJakarta - Turi Rahmania, 21 tahun, membawa sepuluh bunga mawar merah. Ia mendapatkannya dari tim Tempo yang membagikan bunga di acara Car Free Day di sekitar Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Minggu, 26 April 2015. Pada setiap bunga terdapat secarik kertas putih bertuliskan "Selamat Hari Kartini."

    Inilah salah satu cara Tempo untuk turut merayakan Hari Kartini. Turi dan banyak perempuan lain berebut mendapatkan bunga yang dibagikan oleh Tim Tempo sebagai bentuk penghargaan kepada RA Kartini. Bunga mawar merah itu khusus diberikan kepada perempuan yang melintas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia dan Gelora Bung Karno.

    "Acara bagi-bagi bunga untuk perempuan ini sudah dua tahun kami adakan untuk memperingati hari kelahiran Kartini," kata Tito Prabowo, penyelenggara acara dari PT Tempo Inti Media Tbk. "Pembagian bunga mawar merah sebagai penghargaan untuk kaum perempuan sekaligus lebih mendekatkan Tempo kepada masyarakat." 

    Menurut Tito, perjuangan Kartini berhubungan dengan nasib perempuan yang masih dibelenggu oleh tradisi dan isu gender. Selain simbul penghargaan, pemberian bunga juga dimaksudkan untuk mendukung cita-cita Kartini memperjuangkan kaum perempuan. 

    Sebanyak seribu bunga dibagikan di dua titik, yaitu di Bundaran Hotel Indonesia dan sekitar Gelora Bung Karno mulai pukul 06.30 hingga 08.30 WIB. Turi mendapatkan sekitar sepuluh bunga mawar merah. Ia tampak kerepotan membawa karena sambil menggendong anak balitanya. Turi mengaku akan menaruh bunga itu dalam pot yang diberi air agar tidak lekas layu. "Terima kasih," kata Turi, yang mengaku tinggal di Tanah Abang, Jakarta Pusat.

    Ada beberapa laki-laki yang datang ke Tim Tempo untuk meminta bunga. Andre Juli, 20 tahun, misalnya.  "Ini untuk sahabat saya," kata pria asli Cengkareng itu. Sebelumnya Andre tak malu berebutan dengan sejumlah perempuan, tapi kalah cepat saat berebut. Andre dan tiga temannya mengaku akan menyambangi rumah temannya. Bunga-bunga itu akan diberikan kepada sahabatnya, entah di mana. "Pertemanan kami supaya makin erat," kata Andre.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.