Ruangan Digeledah, Lulung Klaim Tak Punya Apa-apa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Dok. TEMPO/Novi Kartika

    Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Haji Lulung. Dok. TEMPO/Novi Kartika

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham 'Lulung' Lunggana kaget mengetahui ruang kerjanya digeledah penyidik Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri. Mengaku sedang berada di Manado, Sulawesi Utara, Lulung hanya pasrah dengan pengeledahan itu. "Tak tahu, tapi biar saja. Tak ada apa-apa di ruangan saya," kata Lulung saat dihubungi, Senin, 27 April 2015.

    Lulung tengah menghadiri undangan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Utara. Saat akan berangkat, Lulung mengaku sudah menerima surat pemanggilan dari Bareskrim pada Jumat, 24 April 2015. Karena itu, ia akhirnya absen dari pemeriksaan yang berlangsung hari ini.

    Selain ruangan Lulung, penyidik juga menggeledah ruangan Komisi Pendidikan DPRD di gedung DPRD yang lama. Jalur menuju pintu ruangan ini dipasangi garis polisi. Ruangan lain yang turut digeledah yakni ruangan anggota DPRD dari Fraksi Partai Hanura, Fahmi Zulfikar Hasibuan, di lantai lima.

    Selain menjadi Wakil Ketua DPRD DKI, Lulung adalah koordinator Komisi A DPRD DKI Jakarta. Pada 2014, saat tindak pidana korupsi melalui pengadaan UPS diduga terjadi, Lulung menjadi koordinator Komisi Pendidikan.

    Polri telah menetapkan Alex Usman dan Zainal Soleman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja DKI Jakarta 2014.

    Dalam pengadaan UPS itu, Alex Usman sebagai pejabat pembuat komitmen di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. Sedangkan Zainal bertugas sebagai pejabat pembuat komitmen di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.