Pesta Bikini, Divine Production : Kami Siap Dipanggil

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster larangan memakai bikini diSpanyol. newsoxy

    Poster larangan memakai bikini diSpanyol. newsoxy

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik Divine Production, Immanuel Siregar, menyatakan kesiapannya jika Kepolisian Daerah Metro Jaya memanggil dia beserta Manager Keuangan dan Talent, Debby Carolina. Pemanggilan itu, terkait dengan dilaporkannya Debby oleh Sekolah Menegah Atas Muhammadiyah Rawamangun atas pencatutan nama di dalam undangan pesta "Splash After Class".

    Menurut Immanuel, kalau pelaporan itu sudah diproses dan ada pemanggilan dari Polda Metro, dia akan datang. "Kami akan datang dengan didampingi tim kuasa hukum," kata dia kepada Tempo, di Kemanggisan, Jakarta Barat, Senin, 27 April 2015.

    Sebelumnya, Kepala SMA Muhammadiyah Rawamangun, Jakarta Timur, Slamet Sutopo, melaporkan Debby Carolina ke Polda Metro Jaya. Debby dilaporkan karena melakukan pencemaran nama baik dan atau penghinaan melalui media elektronik. Debby pun akan dijerat dengan Pasal 27 ayat 3, Juncto Pasal 45 ayat 1, Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi Teknologi Elektronik dan atau Pasal 310 KUHP dan Pasal 311 KUHP.

    Pencemaran nama baik itu, karena dalam undangan pesta bikini bertema “Splash After Class” sebagai perayaan bagi murid SMA yang lulus Ujian Nasional, nama Sekolah Muhammadiyah itu dicatut. Selain Muhammadiyah, ada 15 sekolah lain yang dicantumkan dalam undangan acara yang seharusnya dilaksanakan pada Sabtu 25 April di The Media Hotel and Towers mulai 22.00 WIB. Namun, acara itu batal karena dikecam publik.

    Sekolah lain yang ada di undangan itu adalah SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14, SMA 38, SMA 50, SMA 24, SMA 31, dan SMK Musik BSD, SMA 109, SMA 53, SMA 29, SMA 26, SMA 31, SMA 44, dan SMA Alkamal.

    Debby mengatakan pencatutan nama sekolah itu merupakan kesalahan tim kreatifnya. Selain diduga mengubah tema, pegawai itu, kata Debby, juga mengubah konsep dengan mencatut berbagai SMA di Jakarta. "Kami akan datangi setiap sekolah dan meminta maaf," kata dia, Kamis, 23 April 2015.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.