Korupsi UPS: 2 Ransel dan 1 Bundel Dokumen dari Ruang Lulung

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penyidik Bareskrim Mabes Polri membawa seperangkat alat komputer usai melakukan penggeledahan di ruangan Komisi E DPRD DKI Jakarta, 27 April 2015. Selain menggeledah ruangan Komisi E DPRD, Bareskrim Polri juga menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    Sejumlah penyidik Bareskrim Mabes Polri membawa seperangkat alat komputer usai melakukan penggeledahan di ruangan Komisi E DPRD DKI Jakarta, 27 April 2015. Selain menggeledah ruangan Komisi E DPRD, Bareskrim Polri juga menggeledah ruang kerja Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana. TEMPO/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim penyidik dari Badan Reserse Kriminal Polri menuntaskan penggeledahan di tiga ruangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta sekitar pukul 21.00 WIB. Ruangan terakhir yang digeledah kepolisian merupakan ruang Komisi Pendidikan yang terletak di lantai 1 gedung Dewan.

    Sebelumnya, polisi mengeledah ruang kerja Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham Lunggana. Pengeledahan dilakukan sejak pukul 15.30 WIB. Dari ruang kerja Lulung, penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri menyita keluar dua tas ransel, dan satu bundel map berisi dokumen.

    Kepala Subdirektorat V Dittipikor Bareskrim Komisaris Besar Ikram mengatakan, polisi juga menyita satu buah CPU, dua komputer Mac Pro, dan sebuah dus yang dibawa penyidik ke Bareskrim. " Dibawa satu dus barang dokumen, alat-alat elektronika berupa 3 komputer plus CPU nya, dan 1 alat perekam digital," ujar Ikram.

    Barang-barang tersebut berturut-turut dibawa oleh sekitar 19 penyidik berpakaian putih yang langsung bergerak menuju pelataran Gedung Dewan dan segera masuk ke dalam empat buah mobil yang sudah siap terparkir.


    Polisi mendatangi gedung Dewan sekitar pukul 14.00 WIB. Penggeledahan diduga terkait pengadaan Uninterupptible Power Supply atau alat catu daya listrik sementara tahun 2014. Sebelumnya, Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia telah menetapkan Alex Usman dan Zainal Soleman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja DKI Jakarta 2014.

    Dalam pengadaan UPS itu Alex Usman sebagai pejabat pembuat komitmen di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat. Sedangkan, Zainal bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.


    AISHA SHAIDRA | LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.