Pemeriksaan Lulung, Ahok: Dia Mau Buka-bukaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan pedagang pakaian saat meninjau salah satu kios di Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta, 15 April 2015. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau realisasi rencana pembangunan jembatan penghubung menuju Blok G Pasar Tanah Abang agar ramai pengunjung. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) berbincang dengan pedagang pakaian saat meninjau salah satu kios di Blok G, Pasar Tanah Abang, Jakarta, 15 April 2015. Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau realisasi rencana pembangunan jembatan penghubung menuju Blok G Pasar Tanah Abang agar ramai pengunjung. Tempo/M IQBAL ICHSAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi sikap Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta Abraham "Lulung" Lunggana yang berjanji menghadiri pemanggilan Badan Reserse Kriminal Polri. "Dia juga mau buka-bukaan," kata Ahok di Balai Kota, Rabu, 29 April 2015.

    Ahok mengatakan pemanggilan Lulung akan memperjelas duduk perkara kasus pengadaan Uninterruptible Power Supply (UPS) pada tahun anggaran 2014. Sebab, satuan kerja perangkat daerah dan anggota Dewan saling melempar kesalahan. "Mereka menyebut pengadaan UPS bukan usulan masing-masing."

    Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia telah menetapkan Alex Usman dan Zainal Soleman sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan UPS. Dalam pengadaan UPS itu Alex Usman sebagai Pejabat Pembuat Komitmen di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, sedangkan Zainal bertugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Pusat.

    Hari ini, 29 April 2015, Lulung dipanggil untuk yang kedua kalinya. Lulung mangkir pada pemeriksaan yang dijadwalkan pada 27 April lalu. Penyebabnya, ia tengah menghadiri undangan Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Utara.

    Lulung mengatakan sudah menerima surat pemanggilan pertama dari Bareskrim pada Jumat, 24 April lalu. Namun ia absen dalam pemeriksaan itu lantaran sudah bertolak ke Manado.

    Lulung memastikan akan hadir dalam pemeriksaan selanjutnya. "Saya warga negara yang patuh hukum," ujar Lulung.

    LINDA HAIRANI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.