Curhat Warga DKI ke Jokowi Soal Rusunami  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua anak bermain di halaman Rusunami Cengkareng, Jakarta, Minggu (11/10). Target rumah susun sederhana milik (rusunami) untuk tahun 2009 di Jabodetabek tidak terpenuhi disebabkan terhambatnya masalah perizinan. Foto: TEMPO/Tri Handiyatno

    Dua anak bermain di halaman Rusunami Cengkareng, Jakarta, Minggu (11/10). Target rumah susun sederhana milik (rusunami) untuk tahun 2009 di Jabodetabek tidak terpenuhi disebabkan terhambatnya masalah perizinan. Foto: TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jakarta - Warga DKI Jakarta, Heni Rohmawati, menginginkan tinggal di unit Rusunami Cengkareng, Jakarta Barat. Wanita 38 tahun ini meminta Presiden Joko Widodo mempermudah kepemilikan unit di rusunami yang baru mulai dibangun tersebut.

    Permintaan Heni disampaikan melalui telewicara dengan Jokowi yang berada di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Di daerah itu Jokowi meresmikan pembangunan program sejuta rumah untuk masyarakat.

    "Harapannya punya rumah sendiri, enggak sewa lagi. Tapi mohon Pak Jokowi, uang mukanya ringan dan cicilan murah. Mohon juga pajaknya dibebaskan, berat sekali," kata Heni melalui telewicara, Rabu, 29 April 2015.

    Menanggapi permintaan Heni, Jokowi mengatakan pemerintah sudah meringankan kepemilikan rumah bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Misalnya, uang mukanya sekarang hanya 1 persen. "Kalau mau lebih jelas tanyakan saja ke Perumnas," ucap Jokowi.

    Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menyambut baik pembangunan rusunami yang dilakukan oleh Perumnas ini. "Harapan kami masyarakat punya rumah sendiri biar naik kelas," ujar Djarot.

    Agar memudahkan masyarakat membeli unit di rusunami, kata Djarot, sebaiknya pemerintah memberi pelbagai keringan. "Kalau mau pindah ke rusunami berikan kemudahan, terutama perbankan," ucap Djarot.

    Direktur Utama Perumnas Himawan Arief Sugoto mengatakan rusunami di Cengkareng dibangun di atas lahan seluas 4,97 hektare. Perusahaan pelat merah ini membangun 18 tower atau 5453 unit dengan tinggi 24 lantai.

    Ia mengatakan pihaknya berkomitmen membangun hunian sejuta rumah sesuai arahan Jokowi. Bahkan, ia mengubah misi perusahaan dari membangun apartemen menjadi rusunami.

    ERWAN HERMAWAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.