7 'Titik Panas' Hari Buruh di Jakarta Utara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia melakukan aksi unjuk rasa, di Bunderan HI, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2015. Aksi tersebut untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke 16 dengan mendesak pemerintah untuk memberikan upah layak , jaminan kesehatan gratis dan menolak penghapusan hak mogok. TEMPO/Imam Sukamto

    Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia melakukan aksi unjuk rasa, di Bunderan HI, Jakarta, Jumat, 6 Februari 2015. Aksi tersebut untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke 16 dengan mendesak pemerintah untuk memberikan upah layak , jaminan kesehatan gratis dan menolak penghapusan hak mogok. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara, Komisaris Besar M. Iqbal mengatakan pada peringatan Hari Buruh besok, Jumat 1 Mei 2015, petugas akan fokus menjaga tujuh 'titik panas'.

    Salah satu wilayah yang akan mendapatkan pengamanan ialah, Ancol, Jakarta Utara.  "Di Ancol, akan ada 1.500 buruh bongkar muat pelabuhan, yang memperingati hari buruh," ujar Iqbal ketika dihubungi Tempo, Kamis 30 April 2015.

    Iqbal menjelaskan, wilayah berikutnya yang perlu mendapatkan pengamanan ialah, Kawasan Berikat Nusantara di Cakung, Jakarta Utara. Pengamanan di sana, kata dia, untuk mencegah razia yang dilakukan oleh buruh kepada buruh lainnya.

    Kawasan selanjutnya yang mendapatkan pengamanan, kata Iqbal, di Jalan Yos Sudarso. Dia menjelaskan, di wilayah tersebut akan berkumpul buruh dari PT Astra International. "Di sana, Jalan Yos Sudarso, buruh yang berkumpul bisa mencapai seribu orang," katanya.

    Wilayah lainnya yang akan mendapatkan pengamanan, Iqbal mengimbuhkan, antara lain, Pos Pelabuhan 9, Tanjung Priuk dan Jalan Perintis Kemerdekaan, Kelapa Gading.

    "Selain itu, kami juga akan mengamankan objek vital seperti depo Pertamina Plumpang dan Koja. Bahkan untuk pengaman objek vital kami meminta bantuan anggota TNI dari Kodam Jaya," ujarnya ketika dihubungi Tempo.

    Untuk pengamanan hari buruh, Iqbal menambahkan, lembaganya akan mengerahkan sekitar 1.200 personel. Ke-1.200 anggota tersebut merupakan gabungan dengan Polda Metro Jaya hingga Satuan Polisi Pamong Praja Jakarta Utara. "Untuk menghindari kerusuhan, kami akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis," tuturnya.

    Pada Hari Buruh, 1 Mei mendatang, Kepolisian Daerah Metro Jaya memperkirakan akan ada lebih dari 100 ribu buruh dari berbagai daerah datang ke Jakarta. Terkait dengan hal tersebut, 14.404 personel gabungan sudah disiapkan.

    Sebanyak 14.404 personel gabungan yang akan bersiaga selama peringatan Hari Buruh terdiri atas 5.217 aparat Polda Metro Jaya, 6.689 anggota Polres, 1.597 personel Mabes Polri, 300 personel Mabes TNI, dan 601 petugas dari Pemerintah Provinsi DKI.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.