May Day, Jakarta Barat Dijaga 554 Polisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aksi demo buruh FSBTP membawa spanduk menyuarakan tuntutannya. Sekitar 150 ribu buruh se Jabodetabek akan melakukan aksi gabungan, untuk menyuarakan tuntutan penolakan upah murah, pembayaran jaminan pensiun, penambahan anggaran jaminan kesehatan Rp30 triliun, penghapusan pekerja kontrak (outsourcing), penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak, elpiji, dan listrik, penurunan harga bahan-bahan pokok, serta penghentian keserakahan perusahaan. Jakarta, 1 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    Aksi demo buruh FSBTP membawa spanduk menyuarakan tuntutannya. Sekitar 150 ribu buruh se Jabodetabek akan melakukan aksi gabungan, untuk menyuarakan tuntutan penolakan upah murah, pembayaran jaminan pensiun, penambahan anggaran jaminan kesehatan Rp30 triliun, penghapusan pekerja kontrak (outsourcing), penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak, elpiji, dan listrik, penurunan harga bahan-bahan pokok, serta penghentian keserakahan perusahaan. Jakarta, 1 Mei 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Resor Jakarta Barat menyiagakan 554 personel gabungan untuk mengamankan aksi buruh yang digelar pada Hari Buruh (May Day), Jumat, 1 Mei 2015. Polisi disebar di sepanjang jalur lintas buruh menuju Harmoni, Jakarta Pusat. 

    "Iring-iringan buruh akan selalu dikawal dari perbatasan Tangerang sampai Harmoni supaya tidak mengganggu lalu lintas," kata Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Barat AKBP Ipung Purnomo kepada Tempo, Jumat, 1 Mei 2015.

    Menurut Ipung, Jakarta Barat hanya sebagai jalur lintas dan titik transit. Jalur lintas adalah sepanjang Daan Mogot dan Jalan Tol Kebon Nanas-Tomang. Sedangkan titik transit berada di perempatan Ramayana, Cengkareng, Jakarta Barat.

    Menurut pengamatan Tempo, tepat pukul 10.30, iring-iringan 25 bus dan ratusan kendaraan buruh lainnya melewati Jalan Daan Mogot menuju Harmoni. Sebelumnya, pukul 08.00, sebanyak 26 bus melintasi jalur yang sama. "Diprediksi lebih dari 2.000 buruh akan melintasi Jakarta Barat, tapi tidak ada pengalihan atau penyekatan arus lalu lintas," ujar Ipung.

    Kepolisian memastikan akan menertibkan buruh yang melanggar aturan. "Polisi tidak segan untuk menertibkan buruh yang berdiri di atas bus, di atas pikap, dan tidak menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor," tuturnya. Sebab, kata Ipung, sudah ada kesepakatan dengan koordinator buruh untuk menjaga ketertiban lalu lintas.

    Kepala Polsek Cengkareng Komisaris Polisi Sutarjono mengatakan di Cengkareng sendiri terdapat enam titik konsentrasi massa. "Tapi jumlahnya yang ikut sedikit, satu perusahaan hanya puluhan buruh," ucapnya. 

    Sebanyak 100 personel keamanan gabungan dari wilayah Cengkareng dikerahkan untuk mengamankan titik lintas di Sumur Bor, Pakuwon, dan Pesing.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.