25 Ribu Siswa SMP Depok Ikuti UN  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkut soal Ujian Nasional (UN) SMP yang akan di distribusikan di Bogor, Jawa Barat, 30 April 2015. Ujian Nasional SMP dikuti oleh 15.734 siswa yang terbagi di 118 sekolah. Bogor belum siap melakukan UNl Online karena infrastruktur dan siswa belum siap. Lazyra Amadea Hidayat

    Petugas mengangkut soal Ujian Nasional (UN) SMP yang akan di distribusikan di Bogor, Jawa Barat, 30 April 2015. Ujian Nasional SMP dikuti oleh 15.734 siswa yang terbagi di 118 sekolah. Bogor belum siap melakukan UNl Online karena infrastruktur dan siswa belum siap. Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.CODepok - Sebanyak 25.409 siswa SMP di Kota Depok bakal mengikuti ujian nasional pada 4-7 Mei 2015. Sejumlah persiapan telah dilakukan untuk kelancaran UN di Kota Depok, serta memastikan tidak ada kebocoran soal kepada siswa.

    Kepala Seksi SMP Dinas Pendidikan Kota Depok Rida Fahrudin mengatakan telah memantau persiapan 185 SMP dan 69 MTS yang bakal mengikuti UN. Selain itu, naskah soal UN telah tiba pada Kamis lalu di SMP 3 Depok.

    "Pengawalan kedatangan naskah UN dijaga ketat. Kami pastikan tidak ada kebocoran," kata Rida, Sabtu, 2 Mei 2015.

    Rida mengatakan setiap hari pihak internal dan eksternal menjaga naskah UN secara bergantian agar tidak bocor sebelum ujian dilaksanakan. Bahkan puluhan aparat kepolisian dari Polres Depok dan Polsek Sukmajaya berjaga secara bergantian. "Dijaga 24 jam," ucap Rida.

    Selain itu, kata Rida, naskah ujian sulit bocor lantaran ada 20 paket soal yang berbeda. Setiap soal yang diberikan di satu kelas akan berbeda antara satu siswa dan lainnya. Naskah UN, kata Rida, baru didistribusikan pada hari H UN.

    Pengambilan naskah akan dibagi per rayon sekolah yang ada di Depok. Setiap rayon berjumlah 20 sekolah. Sekolah yang mengikuti UN mengambil sendiri naskah ke setiap rayon yang telah ditunjuk. "Sebelum jam 6, naskah UN harus sudah sampai ke sekolah," tutur Rida.

    Rida menuturkan tahun ini tidak ada SMP yang mengikuti UN online. Sebab, satu SMP yang direncanakan untuk UN online di Depok tidak diverifikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. "Harusnya ada satu SMP yang ikut UN online, tapi gagal. Padahal persiapan sudah dilakukan SMP 2 yang awalnya mengikuti UN online," kata Rida.

    IMAM HAMDI


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.