Celah Ini Dipakai Pelacur Menembus Apartemen Kalibata City

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Surya Hakim (ketiga kiri) tersangka pembunuh Holly Angela, pada saat melakukan rekonstruksi di Apartemen Kalibata City, Jakarta, (3/12).Polisi telah menangkap 4 pelaku  yaitu Gatot Supiartono, Surya Hakim, Abdul Latif, Pago, sementara tersangka Ruski Hutagalung masih buron. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Surya Hakim (ketiga kiri) tersangka pembunuh Holly Angela, pada saat melakukan rekonstruksi di Apartemen Kalibata City, Jakarta, (3/12).Polisi telah menangkap 4 pelaku yaitu Gatot Supiartono, Surya Hakim, Abdul Latif, Pago, sementara tersangka Ruski Hutagalung masih buron. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.CO, Jakarta -Terjadinya pelacuran di apartemen Kalibata City diduga akibat longgarnya pengamanan. Mereka yang bukan penghuni bisa bebas keluar-masuk kamar tanpa diperiksa oleh petugas keamanan. “Masalah ini sudah kami sampaikan kepada pengelola, tapi tak pernah ditanggapi,” kata Umi Hanik, perwakilan warga Kalibata City, pada Kamis lalu.

    Menurut Umi, sistem keamanan yang diterapkan pengelola tak sesuai dengan kondisi gedung. Ia mencontohkan penggunaan tangga darurat. “Pintunya hanya diganjal dan tidak ada yang menjaga, sehingga menjadi pintu masuk yang bukan penghuni,” kata dia. “Kalau yang masuk orang jahat, bagaimana?”

    Citra, 45 tahun, seorang penghuni apartemen, mengaku sudah lama mengetahui adanya praktek prostitusi di lingkungan tempat tinggalnya. “Saya sering lihat cewek-cewek keluar-masuk dengan bebas,” kata dia. Terutama di unit 08AU di Tower Herbras.

    Awalnya, Citra menduga mereka penghuni apartemen. Setelah memperhatikannya dengan saksama, mereka yang keluar-masuk tower itu selalu berbeda. Pekan lalu, polisi menggerebek unit itu. Polisi menyimpulkan bahwa unit tersebut sudah lama dijadikan sebagai tempat pelacuran.

    Pernyataan Umi didukung Anggara, penghuni Tower Herbras. Menurut dia, keluar-masuk tower itu hanya bisa diakses dengan kartu khusus. Kartu tersebut hanya dimiliki pemilik dan pengelola. “Jika ada orang luar bisa bebas keluar-masuk, patut diduga kartu itu bisa diperoleh secara bebas,” kata pria berusia 50 tahun itu.

    General Manager Badan Pengelola Apartemen Kalibata City, Evan T. Wallad, memastikan bahwa pemegang kartu adalah pemilik unit apartemen. “Ketika menyerahkannya, kami lihat dokumen kepemilikan,” kata dia.

    Pengelola memang memiliki kartu cadangan yang bisa digunakan dalam kondisi darurat. Namun kartu ini juga tidak bisa sembarangan digunakan. “Harus jelas untuk apa penggunaannya. Saya harus hati-hati mengeluarkannya,” kata dia.

    Evan mengatakan, meski memegang data semua pemilik, pengelola tak bisa memantau kegiatan mereka, seperti mengajak menginap anggota keluarga. “Itu sudah ke persoalan privasi,” katanya.

    Apalagi jika si pemilik menyewakan unitnya kepada orang lain. Pelacuran di Kalibata City diduga dilakukan oleh penyewa yang menyewakan lagi unit apartemennya kepada orang lain untuk berkencan.

    Evan menegaskan, pengelola tidak akan melakukan apa pun, seperti menyelidiki kepemilikan unit dan melaporkannya secara hukum, setelah polisi membongkar kasus pelacuran di apartemennya. “Kami sudah melakukan langkah pencegahan,” kata dia.

    NINIS CHAIRUNNISA | SUSENO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.