Ini Beda Ujian Nasional SMP 2015 dan 2014  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengangkut soal Ujian Nasional (UN) SMP yang akan di distribusikan di Bogor, Jawa Barat, 30 April 2015. Ujian Nasional SMP dikuti oleh 15.734 siswa yang terbagi di 118 sekolah. Bogor belum siap melakukan UNl Online karena infrastruktur dan siswa belum siap. Lazyra Amadea

    Petugas mengangkut soal Ujian Nasional (UN) SMP yang akan di distribusikan di Bogor, Jawa Barat, 30 April 2015. Ujian Nasional SMP dikuti oleh 15.734 siswa yang terbagi di 118 sekolah. Bogor belum siap melakukan UNl Online karena infrastruktur dan siswa belum siap. Lazyra Amadea

    TEMPO.COJakarta - Murid sekolah menengah pertama (SMP) akan melaksanakan ujian nasional mulai Senin sampai Kamis, 4-7 Mei 2015. Mata pelajaran yang diujikan adalah bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris, dan ilmu pengetahuan alam.

    Kepala SMP Negeri 19, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Joko Sukamto mengatakan ada tiga perbedaan antara ujian 2014 dan 2015. "Lebih meringankan tahun ini," ucapnya kepada Tempo, di SMP 19, Ahad, 3 Mei 2015.

    Menurut Joko, perbedaan pertama adalah ujian nasional 2015 tidak digunakan untuk menentukan kelulusan. Sedangkan pada 2014, ujian nasional digunakan untuk menentukan kelulusan siswa-siswi SMP.

    Perbedaan kedua ada pada paket soal. Pada 2015, hanya ada lima paket soal, sementara 2014 terdiri atas 20 paket soal. "Soalnya tetap sama. Hanya pengacakan soal yang lebih sedikit."

    Ketiga, karena bukan syarat utama untuk kelulusan, ada ujian ulang bagi murid yang tidak bisa mengikutinya. Bahkan, bagi yang tidak lulus, bisa mengikuti ujian ulang. "Kalau 2014, tidak bisa ujian ulang," tutur Joko.

    Walau ujian tahun ini bukan syarat utama dalam menentukan kelulusan, SMPN 19 tetap melakukan persiapan untuk ujian nasional bagi 344 muridnya, Menurut Joko, persiapan itu seperti tambahan waktu belajar serta ujian percobaan tingkat sekolah, provinsi, dan nasional.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


  • UN
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut ojek online.