Menyusuri Seluk-beluk Bisnis Pelacuran di Kalibata City

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi prostitusi online. asiaone.com

    Ilustrasi prostitusi online. asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Terbongkarnya bisnis pelacuran di apartemen Kalibata City pada Sabtu, 25 April 2015, tak sepenuhnya menghilangkan praktek tersebut. Diduga masih ada unit-unit di tiap tower yang dimanfaatkan sebagai lokasi praktek prostitusi. “Tak dipungkiri pasti ada satu-dua unit di Kalibata City yang masih dipakai,” kata Dian Andriani, salah satu angel-–julukan psk–-kepada Tempo, Kamis, 30 April 2015.

    Perempuan 22 tahun itu mengungkapkan unit-unit yang bisa dipakai untuk bisnis prostitusi bermula dari banyaknya pemilik yang menyewakan unitnya pada pihak ketiga. Pemilik unit ini menyerahkan urusan sewa kepada seorang broker. Otomatis kartu akses tower dan kunci unit diserahkan ke broker tersebut. (Baca: Cristian Gonzales Dilirik Jadi Calon Wabup Malang, Ini Kata Istrinya)

    Menurut Dian, tak melulu unit kosong yang ditadah oleh broker laris disewa oleh calon penghuni. Ketimbang unit kosong itu tak menghasilkan uang, broker menyewakannya dengan durasi singkat sebagai tempat kencan.

    “Emak yang punya koneksi dengan broker dan bertugas cari unit kosong,” Dian menjelaskan.

    Sebutan “Emak” merujuk pada mucikari yang mengatur Dian. Setelah “Emak” mendapat kepastian unit kosong, Dian bakal dihubungi untuk mengabarkan lokasi pengambilan kartu akses dan kunci. Saat bertemu dengan Tempo, Dian sudah memegang kartu akses dan kunci untuk unit di lantai 19 Tower Borneo, apartemen Kalibata City. “Aku ambil kunci ini dari penadah di Tower Acacia,” dia berujar.

    Meski mengaku baru berkencan dua kali di apartemen Kalibata City, tak tampak raut kebingungan pada wajah Dian untuk mencari pintu masuk ke Tower Borneo. Letaknya di sayap kanan-kiri lantai paling bawah Tower Borneo. Dia menempelkan kartu akses pada pemindai. Kunci pintu yang terbuat dari kaca dengan bingkai stainless itu langsung terbuka begitu kartu ditempelkan. (Baca: Soal PSSI, Menteri Imam Dipanggil Jokowi)

    Tak ada teguran atau kecurigaan dari petugas keamanan internal di lobi. Meskipun Dian maupun Tempo bukan penghuni Tower Borneo. Kami melenggang bebas masuk tower tanpa mendapat pertanyaan atau diminta mengisi buku tamu.

    Dian dan Tempo menuju unit yang terletak di lantai 19 dengan lift. Di dalam lift, Dian bercerita bahwa pembayaran unit yang disewanya bisa ditransfer atau dibayar tunai pada penadah kunci yang ditemuinya sebelum menerima tamu. “Aku bayar Rp 150 ribu untuk durasi dua jam,” dia menjelaskan.

    Sesampainya di lantai 19, kami menuju unit yang letaknya di paling ujung lorong sayap utara. Dian membukakan unit tersebut dan kamar itu yang bakal dipakai Dian untuk berkencan.

    Bila waktu kencan habis, Dian menerima notifikasi dari broker. Kali ini tugasnya mengembalikan kartu akses dan kunci pada penadah yang bekerja di kedai-kedai kopi di lobi tower. (Baca: Saatnya Reshuffle Kabinet Jokowi? Ini 3 Indikator Pentingnya)

    General Manager Badan Pengelola Apartemen Kalibata City, Evan T. Wallad, mengaku tak secara spesifik mengetahui masih ada praktek prostitusi di apartemen. Tapi, kata dia, membaca pengalaman pengelola apartemen lain, isu prostitusi selalu muncul. “Pengelola tak tinggal diam,” kata Evan.

    Menurut dia, prostitusi di apartemen sudah menyalahi fungsi rumah tinggal. Tapi, Badan Pengelola tak bisa kendalikan karena banyak motif seseorang membeli unit, di antaranya investasi untuk disewakan pada pihak ketiga yang belakangan dimanfaatkan untuk lokasi kencan. “Itu area privasi yang tak bisa dikendalikan Badan Pengelola,” ujarnya.

    Pengelola, menurut Evan, sudah mencoba menekan potensi penyalahgunaan unit. Caranya dengan mewajibkan lapor huni bagi warga baru dan meminta petugas keamanan untuk mengawasi hilir mudik penghuni di lobi dan patroli di tiap lantai. “Kami juga dibantu warga apartemen yang tergabung dalam Tenant Safety Officer,” ujarnya.

    RAYMUNDUS RIKANG

    Saksikan: Beda Ahok dan Risma soal Prostitusi


    Berita Menarik:
    Suara Desis dan 2 Kali Dentuman Sebelum Longsor Pangalengan
    Begini Kronologi Kasus Pencucian Uang TPPI dan SKK Migas
    Kisruh Keraton Yogya, Langkah Sultan Permainan Ketoprak
    Heboh Mi Ayam Buntut Tikus di Bandung, Omzet Pedagang Anjlok

    Berita Populer
    Kantor SKK Digeledah, Menteri ESDM: Bisul, Pecahlah
    Pengalaman Tim Pembasmi Mafia Migas Akan Dibukukan


     

     

    Lihat Juga