Prostitusi Online, Ngeri-ngeri Sedap Kencan di Kalibata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su

    Ilustrasi pelacuran / prostitusi. REUTERS/Edgar Su

    TEMPO.COJakarta - Kepolisian Daerah Metro Jaya sedang giat-giatnya mengungkap modus baru prostitusi lewat dunia maya. Operasi itu digelar setelah kematian Deudeuh Alfisahrin yang dibunuh teman kencannya di Tebet, Jakarta Selatan.

    Belakangan, polisi menangkap seorang tersangka dan enam pekerja seks komersial di apartemen Kalibata City pada Sabtu, 25 April 2015. Ada enam perempuan yang dijaring dari razia di Tower Herbras dan Jasmine itu. Salah seorang di antaranya sedang hamil.

    Masifnya operasi tersebut membuat para angels—sebutan untuk perempuan yang terjun dalam prostitusi online—gelisah. Dian Andriani salah satunya. "Ngeri-ngeri sedap juga sekarang," katanya saat bertemu Tempo di salah satu kamar lantai 19 Tower Borneo, apartemen Kalibata City, Kamis, 30 April 2015.

    Perempuan 22 tahun itu mengaku lebih senang berkencan di hotel ketimbang apartemen. Dian juga tak tinggal di apartemen tersebut. Menurut dia, sewa kamar di hotel terasa lebih privat karena memang diperuntukkan bagi publik. Sedangkan kencan di apartemen untuk waktu singkat rawan penggerebekan oleh pengelola.

    Dian mengungkapkan baru dua kali berkencan di Kalibata City. Sekali dilakukannya di Tower Herbras, lainnya di Tower Borneo saat bertemu Tempo. "Pokoknya lebih aman di hotel," dia berujar.

    Untuk memulihkan nama baik akibat kasus prostitusi online, General Manager Kalibata City Evans Wallad mengatakan pihaknya akan melibatkan penghuni apartemen dalam kegiatan-kegiatan yang positif. Evans mengimbuhkan, pengelola akan terus melakukan sosialisasi dan imbauan kepada warga ihwal pentingnya mendaftarkan diri dan lapor huni.

    "Kami pun telah bekerja sama dengan petugas kecamatan, kelurahan, hingga rukun warga dan rukun tetangga untuk melakukan pendataan penduduk," tutur Evans.

    Sedangkan untuk pendataan warga asing, Evans akan melibatkan imigrasi untuk melakukan penyuluhan dan pemeriksaan dokumen. "Kami pun telah melaporkan data warga negara asing yang tinggal di apartemen kepada imigrasi secara berkala," ucap Evans.

    Evans menambahkan, pengelola juga akan bekerja sama dengan kepolisian untuk memberikan penyuluhan dan inspeksi mendadak secara konsisten dan berkala agar apartemennya tak disalahgunakan.

    RAYMUNDUS RIKANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    UMP 2020 Naik 8,51 Persen, Upah Minimum DKI Jakarta Tertinggi

    Kementerian Ketenagakerjaan mengumumkan kenaikan UMP 2020 sebesar 8,51 persen. Provinsi DKI Jakarta memiliki upah minimum provinsi tertinggi.