Ini Alasan Lulung Emosi Saat Diperiksa Bareskrim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Haji Lulung (tengah) bersama para pengacaranya saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 30 April 2015. Lulung diperiksa sebagai saksi korupsi pengadaan Uninterruptible Power Suplay (UPS). TEMPO/M Iqbal Ichsan

    Haji Lulung (tengah) bersama para pengacaranya saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, 30 April 2015. Lulung diperiksa sebagai saksi korupsi pengadaan Uninterruptible Power Suplay (UPS). TEMPO/M Iqbal Ichsan

    TEMPO.COJakarta - Badan Reserse Kriminal Kepolisian RI memeriksa Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung kemarin malam. Saat dimintai konfirmasi wartawan yang telah menunggu sebelas jam, Lulung bersikap ketus. 

    Hari ini Lulung mengklarifikasi sikap ketusnya itu. "Kemarin saya bukan tiba-tiba marah. Emang saya psikopat? Ada sebabnya," kata Lulung saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Mei 2015.

    Menurut Lulung, emosinya terpancing saat ada wartawan yang menanyakan soal kesiapannya jika ditahan. Dia mengatakan wartawan tersebut seperti menanyakan pesanan seseorang. "Saya kan hanya sebagai saksi, tolong camkan itu," ujarnya.

    Lulung heran dengan opini publik yang terbentuk soal dirinya yang akan menjadi tersangka kasus penyediaan perangkat penyimpanan dana listrik (UPS). Padahal polisi saja masih mendalami kasus ini. "Belain saya sedikit, dong." 

    Lulung juga mengatakan iritnya dia bicara karena sudah ada intervensi Partai Persatuan Pembangunan yang menginginkan Lulung bicara seperlunya saja. Hal ini dilakukan demi reputasi Lulung juga. Selain itu, ada keluarga yang harus dijaga perasaannya.

    Senin malam, 4 Mei 2015, Lulung diperiksa selama sebelas jam oleh polisi. Lulung menegaskan dia mendukung upaya polisi mengungkap kasus ini. "Yang saya tahu, saya jelaskan. Yang tidak tahu, tentu tidak saya jelaskan," tuturnya. 

    Wartawan yang kecewa dengan sikap hemat bicara Lulung lantas melemparkan pertanyaan nyeleneh. "Siap ditahan, Pak?" tanya salah satu wartawan. "Bapak lo aja ditahan!" jawab Lulung ketus.

    YOLANDA RYAN ARMINDYA | DEWI SUCI RAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.