KAI Kesulitan Bangun Stasiun Ramah Penyandang Disabilitas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barisan antrian calon penumpang kereta saat menukarkan tiket Kereta Api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Barisan antrian calon penumpang kereta saat menukarkan tiket Kereta Api di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat (3/8). TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta – Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 1 Bambang S. Prayitno mengakui beberapa stasiun di wilayahnya kurang ramah terhadap penyandang disabilitas. Perseroan sering mengalami kesulitan jika ingin membangun sarana penunjang bagi penumpang difabel.

    Salah satu kesulitan yang kerap dihadapi perusahaan adalah saat merevitalisasi bangunan stasiun. "Agak sulit juga ketika kami merenovasi bangunan stasiun, karena saat operasional kereta api tetap berjalan seperti biasa," kata Bambang kepada Tempo di Jakarta Railway Center, Jakarta, Selasa, 5 Mei 2015.

    Hambatan lainnya, menurut Bambang, adalah status beberapa stasiun di Ibu Kota yang masuk sebagai cagar budaya. Antara lain Stasiun Tanjung Priok, Jakarta Kota, dan Pasar Senen.

    Bambang mencontohkan, saat PT KAI hendak merenovasi Stasiun Pasar Senen, perseroan kesulitan untuk tidak mengubah bentuk asli dari bangunan. Padahal saat itu perseroan ingin melengkapi jalur underpass penumpang dengan eskalator untuk mempermudah penumpang berkebutuhan khusus.

    Walaupun mengakui masih ada beberapa stasiun yang tak ramah bagi penumpang difabel, Bambang menyangkal jika PT KAI tak berupaya membuat stasiun yang ramah bagi penyandang disabilitas. Menurut Bambang, salah satu stasiun yang sudah ramah bagi penyandang disabilitas ialah Stasiun Gambir. Ia mengatakan Stasiun Gambir telah dilengkapi dengan lift maupun eskalator sehingga memudahkan penumpang berkebutuhan khusus.

    Selain itu, Bambang mencontohkan, saat ini perusahaan pelat merah itu sedang melakukan renovasi di Stasiun Manggarai. "Kami berencana menyediakan lift dan eskalator di sana agar memudahkan lalu lintas penumpang, khususnya bagi penumpang difabel," ujarnya.

    Untuk sementara, Bambang menambahkan, beberapa stasiun besar telah dilengkapi dengan kursi roda. Jumlah kursi roda di setiap stasiun berbeda-beda, bergantung pada besar-kecilnya stasiun.

    Ia pun mengimbau penumpang berkebutuhan khusus untuk segera meminta pertolongan petugas stasiun ketika mengalami kesulitan. "Jangan sungkan untuk meminta bantuan petugas," tuturnya.

    Beberapa stasiun di Jakarta dinilai tak ramah terhadap penyandang disabilitas. Penyandang disabilitas kerap kesulitan menggunakan jasa angkutan kereta lantaran tak tersedianya sarana yang mampu mempermudah mereka.

    GANGSAR PARIKESIT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.