Puncak Hujan Lebat, Debit Air Sungai Ciliwung Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 800 beton bergeser akibat, tergerus arus deras di Bendungan Katulampa, Bogor, 19 Maret 2015. Bergesernya bendungan membuat Jakarta, lebih cepat kebanjiran karena tak ada penahan air yang berukuran besar. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    Sebanyak 800 beton bergeser akibat, tergerus arus deras di Bendungan Katulampa, Bogor, 19 Maret 2015. Bergesernya bendungan membuat Jakarta, lebih cepat kebanjiran karena tak ada penahan air yang berukuran besar. TEMPO/Lazyra Amadea Hidayat

    TEMPO.COBogor - Hujan lebat turun di kawasan Puncak pada Selasa siang, 5 Mei 2015. Ketinggian air di papan mercu Bendung Katulampa mencapai 90 sentimeter atau status siaga 3 banjir untuk wilayah DKI Jakarta.

    Kepala Jaga Bendung Katulampa Andi Sudirman mengatakan hujan lebat yang mengguyur Puncak sejak siang tadi mengakibatkan debet air sungai mengalami peningkatan secara signifikan.

    "Karena Puncak yang menjadi hulu sungai Ciliwung diguyur hujan lebat, sehingga ketinggian air di Bendung Katulampa meningkat dan saat ini sudah mencapai 90 sentimeter atau siaga 3 di Jakarta," ujarnya, Selasa, 5 Mei 2015.

    Ketinggian air mencapai 90 sentimeter ini terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Padahal sebelumnya ketinggian air di Bendung Katulampa hanya 20 sentimeter. "Air mendadak tinggi," ucapnya.

    Menurut Andi, dengan ketinggian air 90 sentimeter, debet dan volume air yang mengalir dari Bendung Katulampa ke wilayah Jakarta mencapai 113.417 liter per detik dan diperkirakan akan sampai di Jakarta 12 jam kemudian. 

    "Kami mengimbau agar masyarakat yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk waspada akan datangnya luapan air yang cukup tinggi 12 jam mendatang," tuturnya.

    M. SIDIK PERMANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.