Pelebaran Jalan Sawangan Makan Waktu Puluhan Tahun  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    Kota Depok di sekitar kawasan Jalan Margonda Raya, Depok. Kota Depok menempati peringkat kelima kota termacet di Indonesia dengan laju kendaraan 21,4 Km/jam. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CODepok - Kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok, makin parah. Saat jam masuk dan pulang kerja, kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan 20-30 kilometer per jam. Begitu juga pada hari Sabtu dan Minggu sejak siang hingga petang hari. 

    Kepala Seksi Manajeman dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Depok Ari Manggala mengatakan, setiap dua jam, volume kendaraan yang melintas di jalan tersebut mencapai 1.100 unit mobil, 10 ribu sepeda motor, dan 320 truk. 

    "Laju peningkatan kendaraan di Depok cukup tinggi. Dari tahun 2010 tercatat penambahannya 261,133 persen. Tahun 2011 sebanyak 374,666 persen dari total sebelumnya,” kata Ari kepada Tempo, Selasa, 5 Mei 2015. 

    Menurut dia, sudah semestinya Jalan Sawangan dilebarkan. Saat ini lebar jalan itu cuma 12 meter. Bila dilebarkan menjadi 24 meter, kata dia, volume kendaraan yang tertampung bisa bertambah dua kali lipat.

    Sebenarnya gagasan pelebaran jalan itu sudah muncul semenjak Wali Kota Depok dijabat Badrul Kamal. Wali kota berikutnya, Nur Mahmudi Ismail, yang menjabat sejak tahun 2005, selalu berdalih bahwa jalan itu adalah jalan provinsi. "Pemerintah Depok memang tidak serius melebarkan Jalan Sawangan, padahal warga makin sengsara dengan kemacetan yang terjadi setiap hari," kata Gatot Pandego, warga Kecamatan Cipayung. 

    "Pemerintah memang saat ini mengalami kendala. Sebab, anggaran yang dibutuhkan untuk pembebasan lahan di jalan tersebut antara Margonda sampai Bojongsari sebesar Rp 2,1 triliun," ucap Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Sumber Daya Air Kota Depok, Hardiman.

    Pemerintah Depok, ujar dia, saat ini meminta bantuan dari pemerintah provinsi dan Kementerian Pekerjaan Umum. Depok tidak memiliki anggaran untuk membebaskan jalan itu menjadi lebar 22 meter. 

    Targetnya, proyek pembebasan jalan bisa dilakukan bertahap mulai tahun 2016/2017. "Untuk pelebaran jalan ini bisa memakan waktu sampai puluhan tahun melihat anggarannya yang besar," tuturnya.

    Setelah dibebaskan, pemerintah Depok akan melakukan pembangunan fisik dengan meminta bantuan APBD Provinsi Jawa Barat. "Sebab, Jalan Sawangan ini merupakan jalan provinsi."

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.