Kasus Akseyna, Polisi Klaim Temukan Bukti Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana kamar kos mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori di Wisma Widya, Depok, Jawa Barat. TEMPO/Yolanda Ryan Armindya

    Suasana kamar kos mahasiswa UI Akseyna Ahad Dori di Wisma Widya, Depok, Jawa Barat. TEMPO/Yolanda Ryan Armindya

    TEMPO.COJakarta - Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto menyatakan polisi berhasil menemukan bukti baru dalam kasus penyelidikan kematian Akseyna Ahad Dori, mahasiswa Universitas Indonesia yang tewas di Danau Kenanga, UI. 

    Bukti baru itu diklaim bisa membantu menjawab teka-teki kematian mahasiswa Jurusan Biologi tersebut. "Ada petunjuk lain yang bisa kita jadikan pengembangan," ucapnya di Markas Polda Metro Jaya, Selasa, 5 Mei 2015. (Baca: Kasus Akseyna, Polisi Panggil Grafolog Deborah Dewi)

    Heru mengatakan banyak bukti baru yang berhasil dikembangkan. Salah satunya adalah keterangan saksi yang berbeda-beda dari pemeriksaan sebelumnya. Nantinya keterangan baru itu akan dikembangkan untuk mengungkap fakta-fakta lain dalam kasus tersebut. "Ada juga bukti lain, seperti properti milik korban," ujarnya.

    Namun Heru menolak menjelaskan secara rinci pengembangan kasus yang dilakukan polisi. Polda juga disebut hanya bersifat membantu Polres Depok dalam membongkar kasus kematian Akseyna. "Kami juga terus berkoordinasi dengan Polres Depok untuk mengungkap kasus ini," tuturnya.

    Namun dia menyatakan hingga kini belum ada indikasi pembunuhan dalam kematian Akseyna. Meski begitu, dugaan tewasnya Akseyna karena dibunuh masih terbuka. "Belum ada kesimpulan dibunuh, tapi dugaan tetap ada," ucap Heru. (Baca: Selidiki Kematian Akseyna, UI Kerahkan Ahli Forensik)

    Sebelumnya, Akseyna ditemukan tewas pada 28 Maret 2015. Pada paru-paru laki-laki berusia 18 tahun itu ditemukan air dan pasir. Hal itu terungkap setelah hasil forensik juga menyatakan Akseyna masih bernapas saat berada di dalam air. Namun, hingga saat ini, polisi masih belum berhasil mengungkap kasus kematiannya.

    DIMAS SIREGAR

    Baca Juga:
    'Jangan Ngomong Indonesia Langgar HAM, Bantu Rohingya!'
    Longsor Pangalengan, 13 Warga Diduga Masih Tertimbun
    Tedjo: Pencopotan Budi Waseso Urusan Polri


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Fahri Hamzah Dari PKS Ke Partai Gelora Indonesia

    Partai Gelora Indonesia didirikan di antaranya oleh Fahri Hamzah dan Anis Matta pada, 28 Oktober 2019. Beberapa tokoh politik lain ikut bergabung.