Christopher Tahanan Kota, Dinilai Diskriminatif  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto Christopher Daniel Sjarif yang beredar di forum internet, twitter dan facebook.

    Foto Christopher Daniel Sjarif yang beredar di forum internet, twitter dan facebook.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ganjar Laksmana Bonaparta menilai pemberian status tahanan kota terhadap terdakwa kecelakaan maut di Jalan Sultan Iskandar Muda, Pondok Indah, Christopher Daniel Sjarief, membuat hukum menjadi diskriminatif.  

    "Bayangkan, pengendara lain yang tidak punya uang pasti sulit diberikan status tahanan kota," kata Ganjar yang pakar hukum pidana dari Universitas Indonesia, ketika dihubungi Tempo, Selasa, 5 Mei 2015.

    Ganjar menuturkan, status tahanan kota yang diberikan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan berarti memberikan kebebasan terhadap pria berumur 23 tahun. Karena status itu, Christopher bisa keluar rumah dan tetap jalan-jalan di wilayah kotanya.

    Ganjar mencontohkan, jika rumah Christopher di Jakarta Selatan, berarti pengendara maut itu bisa bebas beraktivitas di wilayah itu. "Tapi kan siapa yang tahu dia akan tinggal di mana," katanya.

    Sebelumnya, hakim PN Jaksel, Made Sutisna, memberikan penangguhan penahanan dengan status tahanan kota. Alasannya, telah terjadi perdamaian antara keluarga tersangka dan keluarga korban pada 30 April 2015.

    Tersangka juga dijaminkan oleh orang tua dan pihak penasihat hukum tidak akan melarikan diri dan merusak barang bukti melalui sebuah surat jaminan yang dilakukan orang tua Christopher pada 20 April 2015.

    Made Sutisna mengatakan terdakwa tetap memiliki kewajiban untuk melaporkan diri kepada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan wajib hadir dalam di persidangan. Juga berlaku larangan untuk melakukan perjalanan keluar kota dan luar negeri. "Tetap ada larangan keluar negeri, dan jaksa yang akan mengawasinya," kata dia.

    Ganjar menuturkan, selain terjadi diskriminatif juga terjadi subyektivitas hukum yang tinggi. Karena, perdamaian yang dilakukan oleh terdakwa yang punya uang lebih, bisa diartikan untuk menghindari tahanan pada masa persidangan. "Dari ruang sempit tahanan, jadi ruang di rumah sendiri," katanya.

    Pada 20 Januari 2015 malam, Christopher mengemudikan mobil dengan membabi-buta. Kendaraannya menabrak motor setelah keluar dari terowongan. Setelah itu, dia kebut lagi dan menabrak sejumlah motor dan mobil. Dia berusaha kabur tapi berhasil ditangkap warga yang lantas memukulinya. Ada empat pengendara motor yang tewas dan empat lainnya luka-luka.

    HUSSEIN ABRI YUSUF


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lolos ke Piala Eropa 2020, Ronaldo dan Kane Bikin Rekor

    Sejumlah 20 negara sudah memastikan diri mengikuti turnamen empat tahunan Piala Eropa 2020. Ada beberapa catatan menarik.