Waspada, Ini Trik Penipu Kuras Duit Korban di Mesin ATM

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kasus pembobolan ATM. ANTARA/Siswowidodo

    Ilustrasi kasus pembobolan ATM. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Polisi membongkar komplotan penipu yang kerap membobol tabungan para korban lewat kartu anjung tunai mandiri (ATM). Tiga tersangka ditangkap, dan tiga lagi dinyatakan buron.

    Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Bahtiar Ujang Purnama, mengatakan tersangka yang ditangkap adalah Iskandar, Ryan, dan Boan. Sedangkan tiga tersangka yang buron berinisial AU, AI, dan AN. “Diduga yang menjadi otak dari komplotan ini adalah AU,” ucapnya.

    Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Polres Jakarta Barat Ajun Komisaris Besar Putu Putera Sadana, jejak komplotan itu terlacak setelah polisi mendapat laporan dari seorang korban berinisial IG. “Mereka bertemu dengan korban di Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat,” ujarnya.

    Putu tidak bersedia menerangkan secara rinci identitas korban. Namun, menurut dia, IG adalah seorang pengusaha. “Mereka memang mengincar orang-orang yang berpakaian necis.”

    Untuk mendekati korban, kata Putu, tersangka Iskandar menyamar sebagai warga negara asing yang akan memberikan bantuan untuk pembangunan masjid. “Dia pura-pura bertanya kepada korban, masjid mana yang bisa menerima bantuan tersebut,” katanya.

    Setelah korban masuk perangkap, tersangka mengatakan tidak bisa menarik uang dari mesin ATM karena kartu mereka dikeluarkan oleh bank asing. Namun uang bisa dikirim asalkan lewat nomor rekening korban. Untuk itu tersangka meminta korban mengecek rekeningnya lewat mesin ATM. “Saat korban bertransaksi, tersangka menghafal nomor PIN yang dipencet korban,” kata Putu.

    Langkah selanjutnya, Putu menambahkan, tersangka dengan trik tertentu menukar kartu ATM korban dengan kartu serupa tapi palsu. Secara diam-diam kartu itu pindah tangan dan digunakan oleh kawan tersangka yang sudah menunggu di mesin ATM lain. “Total uang korban yang dikuras senilai Rp 177,5 juta,” tuturnya.

    Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa komplotan itu sudah beraksi lebih dari empat bulan dengan jumlah korban lebih dari 10 orang. “Diduga, mereka sudah meraup miliaran rupiah dari aksi ini,” kata Bahtiar.

    DINI PRAMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perbedaan Pilkada Langsung, Melalui DPRD, dan Asimetris

    Tito Karnavian tengah mengkaji sejumlah pilihan seperti sistem pilkada asimetris merupakan satu dari tiga opsi yang mungkin diterapkan pada 2020.